Jumat, 8 Mei 2026

NTT Terkini 

Demo Cipayung Plus dan Komunitas Pikap di Kantor Gubernur NTT Berujung Ricuh

Ia juga menyoroti tuntutan para sopir pick up yang merasa dirugikan dengan aturan pembatasan jumlah penumpang.

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ONONG BORO
DEMONSTRASI - Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Cipayung Plus bersama komunitas sopir pikap Kupang di Kantor Gubernur NTT, Kamis (7/5/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Aliansi Cipayung Plus bersama komunitas sopir pick up Kupang demo di Kantor Gubernur NTT, Kamis (7/5/2026)
  • Massa menyuarakan persoalan pendidikan, kesejahteraan buruh, penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kebijakan pembatasan penumpang mobil pick up yang dinilai merugikan para sopir
  • Koordinator Umum Aliansi Cipayung Plus dan Komunitas Pick Up Kupang, Suhaimin, mengecam tindakan aparat kepolisian yang dinilainya represif saat mengamankan aksi

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro

POS-KUPANG.COM, KUPANG — Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Cipayung Plus bersama komunitas sopir pikap Kupang di Kantor Gubernur NTT, Kamis (7/5/2026), berlangsung ricuh. 

Massa aksi terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.

Aksi tersebut digelar untuk menyuarakan berbagai tuntutan mulai dari persoalan pendidikan, kesejahteraan buruh, penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kebijakan pembatasan penumpang mobil pikap yang dinilai merugikan para sopir.

Sejak siang hari, ratusan massa memadati halaman Kantor Gubernur NTT sambil membawa spanduk dan menyampaikan orasi secara bergantian.

Baca juga: Aliansi Rakyat NTT Gelar Aksi di Depan Kantor Gubernur, Soroti Krisis Pendidikan dan Kemiskinan

Situasi memanas ketika massa mencoba mendekati area pintu masuk kantor gubernur dan dihalau aparat kepolisian.

Aksi saling dorong antara polisi dan massa pun tidak terhindarkan. Karena situasi semakin ricuh, pihak pengamanan dari Polresta Kupang Kota kemudian menyemprotkan water canon dari dua kendaraan taktis ke arah massa aksi.

Akibat semprotan air bertekanan tinggi tersebut, massa aksi membalas dengan melemparkan batu ke arah aparat kepolisian.

Suasana semakin kacau hingga menyebabkan sejumlah mahasiswa dan anggota kepolisian mengalami luka-luka.

Kericuhan akhirnya berhasil diredam setelah aparat dan koordinator lapangan berupaya menenangkan massa.

Koordinator Umum Aliansi Cipayung Plus dan Komunitas Pikap Kupang, Suhaimin, mengecam tindakan aparat kepolisian yang dinilainya represif saat mengamankan aksi.

“Dari tadi kita mulai sampai di titik ini dan tindakan-tindakan agresif dan sampai di titik ini maka dengan ini saya selaku koordinator umum Aliansi Cipayung Plus dan komunitas pikap Kupang mengecam Kepolisian Nusa Tenggara Timur atas tindakan agresif yang dilakukan,” ujar Suhaimin dalam orasinya.

Ia juga meminta pertanggungjawaban atas korban luka dari pihak massa aksi.

“Berikutnya kami akan mintai pertanggungjawaban untuk korban-korban atau teman-teman massa aksi yang terluka,” lanjutnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved