Manggarai Terkini
Ibu-ibu di Manggarai Pikul Pasir Perbaiki Jalan Rusak
Jalan rusak yang selama bertahun-tahun dikeluhkan tak kunjung diperbaiki, hingga akhirnya warga memilih turun tangan sendiri memperbaikinya
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar
POS-KUPANG.COM, BAJAWA – Puluhan warga Kampung Topak, Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Manggarai, merasa luput dari perhatian pemerintah.
Jalan rusak yang selama bertahun-tahun dikeluhkan tak kunjung diperbaiki, hingga akhirnya warga memilih turun tangan sendiri memperbaikinya dengan tenaga dan kemampuan seadanya.
Pemandangan menyentuh terlihat saat ibu-ibu kampung ikut memikul pasir untuk menambal badan jalan yang rusak parah. Bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, dan anak-anak muda, mereka bergotong royong memperbaiki akses utama yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan warga.
Kondisi tersebut juga mendapat perhatian dari pekerja swasta, Pepin Mansur, yang menyumbangkan satu ret pasir. Sementara semen dibeli dari hasil swadaya masyarakat.
Hironimus Barut berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi masyarakat yang setiap hari harus melintasi jalan rusak dan rawan kecelakaan.
“Semoga pemerintah melihat upaya kami ini. Masyarakat harus keluarkan biaya dan tenaga untuk memperbaiki jalan rusak yang sudah lama kami keluhkan,” ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat (08/05/2026) pagi.
Akses Topak-Langke Liang Bua merupakan satu-satunya jalur penting bagi warga setempat menuju Puskesmas Wangko, rumah sakit, sekolah anak-anak, hingga tempat ibadah.
Baca juga: Uang Hasil Patungan Guru, SMK Negeri Pantai Baru Tambal Jalan Rusak Sepanjang 200 Meter
Menurut warga, jalan tersebut terakhir kali diperhatikan pemerintah pada tahun 2008 melalui pengerjaan lapisan penetrasi (Lapen). Kini kondisinya memprihatinkan. Jalan dipenuhi batu, berlubang, beberapa titik nyaris putus, dan deaker mengalami kerusakan berat.
Salah satu perwakilan perempuan kampung, Ita, mengaku warga selama ini sangat kesulitan, terutama saat ada pasien yang harus dibawa ke rumah sakit karena kendaraan sulit masuk kampung.
“Selama ini kami banyak mengeluh tentang jalan ini, saat ke rumah sakit juga untuk keperluan lain. Hari ini sedikit senang, karena ada kerja gotong royong untuk perbaiki yang rusak parah,” ungkap Ita.
Ia berharap pemerintah segera memperhatikan kondisi tersebut karena jalan itu sangat penting bagi aktivitas warga sehari-hari, pelayanan kesehatan, pendidikan anak-anak, dan akses menuju rumah ibadah. (cha)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Dua Guru Besar Unika Santu Paulus Ruteng Dikukuhkan |
|
|---|
| Tingkatkan Kompetensi Guru Lewat KKG Raih Penghargaan Kemendikdasmen RI |
|
|---|
| Penambahan Rute Baru di Bandara Ruteng, DPRD Minta Pemda Manggarai Segera Surati Pihak Maskapai |
|
|---|
| 19 Guru di Manggarai Dilantik Jadi Kepala Sekolah di Momen Hardiknas 2026 |
|
|---|
| Hardiknas di Beamese Manggarai, Pendidik Minta Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Guru Honorer |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Potret-ibu-ibu-pikul-pasir-menggunakan-ember-dari-kali-untuk-menambal-jalan-rusak.jpg)