Sabtu, 9 Mei 2026

Manggarai Terkini

Ibu-ibu di Manggarai Pikul Pasir Perbaiki Jalan Rusak

Jalan rusak yang selama bertahun-tahun dikeluhkan tak kunjung diperbaiki, hingga akhirnya warga memilih turun tangan sendiri memperbaikinya

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Potret ibu-ibu pikul pasir menggunakan ember dari kali untuk menambal jalan rusak dari Kampung Topak menuju Kampung Langke, Kecamatan Rahong Utara, Kabuapten Manggarai, Jumat (8/05/2026). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, BAJAWA – Puluhan warga Kampung Topak, Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Manggarai, merasa luput dari perhatian pemerintah.

Jalan rusak yang selama bertahun-tahun dikeluhkan tak kunjung diperbaiki, hingga akhirnya warga memilih turun tangan sendiri memperbaikinya dengan tenaga dan kemampuan seadanya.

Pemandangan menyentuh terlihat saat ibu-ibu kampung ikut memikul pasir untuk menambal badan jalan yang rusak parah. Bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, dan anak-anak muda, mereka bergotong royong memperbaiki akses utama yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan warga.

Kondisi tersebut juga mendapat perhatian dari pekerja swasta, Pepin Mansur, yang menyumbangkan satu ret pasir. Sementara semen dibeli dari hasil swadaya masyarakat.

Hironimus Barut berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi masyarakat yang setiap hari harus melintasi jalan rusak dan rawan kecelakaan.

“Semoga pemerintah melihat upaya kami ini. Masyarakat harus keluarkan biaya dan tenaga untuk memperbaiki jalan rusak yang sudah lama kami keluhkan,” ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat (08/05/2026) pagi.

Akses Topak-Langke Liang Bua merupakan satu-satunya jalur penting bagi warga setempat menuju Puskesmas Wangko, rumah sakit, sekolah anak-anak, hingga tempat ibadah.

Baca juga: Uang Hasil Patungan Guru, SMK Negeri Pantai Baru Tambal Jalan Rusak Sepanjang 200 Meter

Menurut warga, jalan tersebut terakhir kali diperhatikan pemerintah pada tahun 2008 melalui pengerjaan lapisan penetrasi (Lapen). Kini kondisinya memprihatinkan. Jalan dipenuhi batu, berlubang, beberapa titik nyaris putus, dan deaker mengalami kerusakan berat.

Salah satu perwakilan perempuan kampung, Ita, mengaku warga selama ini sangat kesulitan, terutama saat ada pasien yang harus dibawa ke rumah sakit karena kendaraan sulit masuk kampung.

“Selama ini kami banyak mengeluh tentang jalan ini, saat ke rumah sakit juga untuk keperluan lain. Hari ini sedikit senang, karena ada kerja gotong royong untuk perbaiki yang rusak parah,” ungkap Ita.

Ia berharap pemerintah segera memperhatikan kondisi tersebut karena jalan itu sangat penting bagi aktivitas warga sehari-hari, pelayanan kesehatan, pendidikan anak-anak, dan akses menuju rumah ibadah. (cha)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved