Breaking News:

Laut China Selatan

Malaysia Layangkan Protes atas Laut China Selatan, Malaysia Panggil Duta Besar China

Malaysia Layangkan Protes atas Laut China Selatan, Malaysia Panggil Duta Besar China

Editor: Gordy Donofan
nationalinterest.org
Ilustrasi : Laut China Selatan 

POS-KUPANG.COM - Pihak pemerintah Malaysia memanggil duta besar China di Kuala Lumpur pada Senin 4 Oktober 2021 untuk melayangkan protes terhadap kehadiran kapal-kapal Beijing di perairan mereka.

Protes itu atas "kehadiran dan kegiatan" kapal-kapal China, termasuk kapal survei, di Zona Ekonomi Eksklusif Malaysia di lepas pantai Negara Bagian Sabah dan Sarawak.

Hanya, Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam sebuah pernyataan tidak menyebutkan, kapan kapal-kapal China itu terdeteksi di perairan negeri jiran.

"Posisi dan tindakan Malaysia yang konsisten didasarkan pada hukum internasional, dalam membela kedaulatan dan hak berdaulat kami di perairan kami," kata Kementerian Luar Negeri Malaysia, seperti dikutip Reuters.

Baca juga: China Tak Berkutik Indonesia Ternyata Berani Ganti Nama Laut China Selatan dengan Laut Natuna Utara

Kedutaan Besar China di Kuala Lumpur tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Pekan lalu, media melaporkan, kapal survei China berada di perairan Malaysia di lepas pantai Sabah, dekat kapal yang ditugaskan oleh perusahaan energi Malaysia Petronas.

Tahun lalu, kapal survei China lainnya membututi selama sebulan kapal eksplorasi minyak yang dikontrak oleh Petronas di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Malaysia. China kemudian mengatakan, kapal itu melakukan aktivitas normal.

Kementerian Luar Negeri Malaysia juga menyebutkan, semua hal yang berkaitan dengan Laut China Selatan harus diselesaikan secara damai dan konstruktif.

"Dalam menentukan posisi dan tindakan Malaysia terkait dengan masalah Laut China Selatan yang kompleks dan melibatkan hubungan antarnegara, kepentingan nasional Malaysia akan tetap menjadi yang terpenting," tegas Kementerian Luar Negeri Malaysia.

China mengklaim hampir semua Laut China Selatan yang kaya energi, yang dilalui kapal perdagangan senilai US$ 3 triliun per tahun. Malaysia, Brunei, Filipina, Taiwan, dan Vietnam memiliki klaim yang tumpang tindih di perairan itu.

Baca juga: China Ketahuan Minta Tolong ke Indonesia Padahal Berkoar-koar Tak Takut RI di Laut China Selatan

Halaman
1234
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved