Laut China Selatan

China Tak Berkutik Indonesia Ternyata Berani Ganti Nama Laut China Selatan dengan Laut Natuna Utara

Setidaknya 65 persen prajurit militer Angkatan Laut AS kini tengah bertugas di Laut China Selatan.

Editor: maria anitoda
Grid.id
Tangkapan satelit, aktivitas pembangunan kekuatan tempur oleh pemerintah China di Laut China Selatan. 

POS-KUPANG.COM- Laut China Selatan merupakan laut tepi, bagian dari Samudra Pasifik, yang membentang dari Selat Karimata dan Selat Malaka hingga Selat Taiwan.

Mengutip Wikipedia, laut ini memiliki potensi strategis yang besar karena sepertiga kapal di dunia melintasinya.

Laut ini juga memiliki kekayaan makhluk hidup yang mampu menopang kebutuhan pangan jutaan orang di Asia Tenggara sekaligus cadangan minyak dan gas alam yang besar.

Oleh karena itu, tak heran jika China begitu menginginkan Laut China Selatan.

Baca juga: Tantang Negara Adu Militer di Laut China Selatan, Ternyata China Jerit Minta Bantuan Indonesia

China diketahui telah mengklaim sebagian besar teritorial itu hingga terjadi konflik panas.

Melansir Sosok.id, Amerika Serikata (AS) setidaknya mengirim tiga kapal induknya ke Laut China Selatan dan sejumlah prajurit angkatan lautnya diterjunkan di pintu masuk ke wilayah tersebut.

Setidaknya 65 persen prajurit militer Angkatan Laut AS kini tengah bertugas di Laut China Selatan.

AS menganggap China telah menantang hukum internasional mengenai batas perairan.

Baca juga: China Ketahuan Minta Tolong ke Indonesia Padahal Berkoar-koar Tak Takut RI di Laut China Selatan

Terkait Laut China Selatan itu, Indonesia ternyata juga sudah mengambil langkah lebih jauh dari negara ASEAN lainnya.

Indonesia diketahui negara yang juga bersengketa dengan China dengan dasar kebijakanan aneh dari negara tersebut yang dinamakan "Sembilan Garis Putus-putus".

Meskipun sempat beberapa kali berselisih di perairan yang dilewati jalur pengiriman global sekitar sepertiga dari total pengiriman barang via laut dalam setahun.

Tercatat beberapa kali konflik di perairan yang disebut memiliki sumber cadangan minyak dan gas senilai US$ 2,5 triliun menurut data dari Departemen Luar Negeri AS yang dihimpun The Sydney Morning Herald, terjadi antara Indonesia dengan China.

Baca juga: AUKUS dan Tugas untuk Bekerja Sama: Saat Ini dan Masa Depan Sengketa Laut China Selatan – Analisis

Melansir Kompas.com, banyak faktor yang melatarbelakangi konflik tersebut.

Pada Maret 2016, konflik antara pemerintah Indonesia dengan China terjadi lantaran ada kapal ikan ilegal asal China yang masuk ke Perairan Natuna.

Pemerintah Indonesia berencana untuk menangkap kapal tersebut.

Halaman
12
Sumber: GridHot.id
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved