Breaking News:

Berita Lembata

Kasus Korupsi Awololong P-21, Aktivis Apresiasi Polda dan Kejati NTT

Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Rakyat Lembata ( Amppera-Kupang) mengapresiasi Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur ( Polda NTT)

Editor: Kanis Jehola
Dok. AMPPERA Kupang
Aksi demonstrasi Amppera Kupang didepan Mapolda NTT 

"Ya, kami sangat mengapresiasi langkah Amppera Kupang yang selalu bersama-sama Amatata Jakarta, Front Mata Mera, ARBL, ASTAGA, SPARTA, GERTAK, dan semua yang mengawal kasus Awololong hingga sampai ke tahap P21. Terkhusus Ampera Kupang yang intens mempressure penyidikan Awololong di Kepolisian Daerah NTT sejak Mei tahun lalu," tegas Choky, Sekjend GMNI Jakarta.

Dirinya berharap, Kejaksaan Tinggi NTT segera melakukan penyitaan barang bukti untuk menjamin tegaknya kebenaran, keadilan dan kepastian hukum serta berkoordinasi dengan lembaga keimigrasian untuk mencegah tersangka melarikan diri sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun
2011 tentang keimigrasian," tambah Ratulela.

Kasus dugaan korupsi pekerjaan pembangunan destinasi wisata jembatan apung dan kolam apung di Pulau Siput Awolong, Kabupaten Lembata, Polda NTT telah menetapkan tiga (3) tersangka diantaranya, SS selaku PPK dan AYT selaku kontraktor pelaksana serta MAB selaku konsultan perencana, akhirnya dinyatakan lengkap (P - 21).

Berkas perkara dugaan korupsi tersebut dinyatakan lengkap, setelah jaksa peneliti pada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), memeriksa dan meneliti berkas perkara dengan tiga (3) tersangka tersebut.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H membenarkan, berkas perkara tersebut telah dinyatakan lengkap (P - 21).

"Berkas perkaranya sudah dinyatakan P - 21 oleh jaksa peneliti berkas perkara," ungkap Abdul, Rabu 29 September 2021.

Terkait jadwal pelimpahan tahap II, kata Abdul, JPU tinggal menunggu koordinasi antara penyidik Polda NTT dan JPU untuk disesuaikan waktu yang tepat untuk dilakukan penyerahan tahap II.

Akibat perbuatan para tersangka, negara mengalami kerugian sebesar Rp.1.446.891.718, 27 berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian negara.

Tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindakan pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman paling singkat empat tahun penjara dan paling lama dua puluh tahun penjara. (*)

Baca Berita Lembata Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved