Breaking News:

Berita Lembata

Kasus Korupsi Awololong P-21, Aktivis Apresiasi Polda dan Kejati NTT

Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Rakyat Lembata ( Amppera-Kupang) mengapresiasi Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur ( Polda NTT)

Editor: Kanis Jehola
Dok. AMPPERA Kupang
Aksi demonstrasi Amppera Kupang didepan Mapolda NTT 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Rakyat Lembata ( Amppera-Kupang) mengapresiasi Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur ( Polda NTT) dan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur ( Kejati NTT) atas P-21 kasus korupsi proyek wisata jembatan titian apung dan kolam apung berserta fasilitas lainnya di Pulau Siput Awololong, Kabupaten Lembata.

Hal itu disampaikan Koordinator Umum Amppera Kupang, Emanuel Boli melalui keterangannya, Kamis, 30 September 2021. Ia mengatakan, penyidikan kasus korupsi Awololong berlangsung satu tahun empat bulan, pada akhirnya berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21.

"Ada tujuh surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) yang kami terima dari Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTT," ungkapnya, dalam keterangan tertulisnya kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 30 September 2021 sore.

Ia mengatakan, dengan P-21 kasus korupsi Awololong, dapat menjawab keresahan masyarakat atas tanda tanya kepastian hukum kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp.1.446.891.718, 27 berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian negara.

Baca juga: KOMPAK Indonesia Apresiasi Polda NTT dalam Penanganan Dugaaan Korupsi Proyek Awololong di Lembata 

"Ada tiga tersangka yang ditetapkan, yakni SS selaku PPK, AYTL selaku kontraktor pelaksana, dan konsultan perencana berinisial MAB," kata Boli.

Emanuel mengaku bahwa tidak hanya Amppera yang mengawal kasus ini, ada sinergi bersama Apperal, Sparta Jakarta, Front Mata Mera, ARBL, Amatata, LSM, organisasi nasional, pegiat antikorupsi, pengacara, disupervisi oleh KPK, bahkan menjadi perhatian publik.

Hal senada juga disampaikan oleh aktivis Amppera, Yohanes Halimaking. Ia mengapresiasi kerja-kerja aparat penegak hukum. Sebab, kasus ini telah dinyatakan P-21.

"Kami berkomitmen akan terus mengawal jalannya proses hukum kasus ini sampai tuntas," tandasnya.

Baca juga: Terkait Kasus Awololong, KOMPAK Indonesia: PPK Bisa Jadi Kambing Hitam Selamatkan Aktor Intelektual

Sementara itu, Choky Askar Ratulela selaku Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa-Pemuda Lembata Jakarta (AMATATA Jakarta) ketika dihubungi menyatakan dukungan penuh kepada Amppera Kupang dan aparat penegak hukum (Polda NTT dan Kejati NTT).

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved