Breaking News:

Berita Kota Kupang

SMA Katolik Sint Carolus di Kota Kupang Gelar KBKSN 

dia meminta agar tiap kelompok atau organisasi kategorial keagamaan di tiap gereja untuk memasukan permohonan

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/IRFAN HOI
Kegiatan Bulan Kitab Suci Naisonal (KBKSN)  tahun ajaran (TA) 2021/2022 di SMA Katolik Sint Carolus.  

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik Sint Carolus Penfui Kota Kupang menggelar
Kegiatan Bulan Kitab Suci Naisonal (KBKSN)  tahun ajaran (TA) 2021/2022. Kegiatan itu dilakukan di halaman sekolah, Selasa 7 September 2021. 

Kegiatan  dilakukan untuk mendukung sekaligus memperkenalkan lingkungan sekolah dan kurikulum bagi siswa di tahun ajaran baru ini. 

Kepala kantor Kemenag Kota Kupang, Drs. Yakobus Beda Kleden, M.M, hadir dan sebagai pemateri di kegiatan itu menjelaskan beberapa program pokok dari kantornya.

Yakobus menjelaskan tentang perbedaan sekolah-sekolah yang berada dikewenangan kementrian agama dan dinas pendidikan. Ia mengaku, pihaknya hanya memiliki kewenangan pada sekolah seperti madarsah yang langsung berada di naungan kementrian.

Sementara sekolah-sekolah umum, berada di naungan dinas pendidikan. Sekolah yang berada di naungan kementrian, dibentuk dengan mempunyai ciri keagamaan tertentu, misalnya sekolah madarasah.

Baca juga: Update Covid 19, 18 Kelurahan Zona Kuning di Kota Kupang

"Disitu memang sekolah umum, tapi punya khas yang mengajarkan tentang agama Islam," katanya.

Lebih jauh, dia menerangkan, sekolah Katolik di NTT hanya ada di Ende, keuskupan Atambua dan beberapa di Malaka. Sekolah itu, mempunyai ciri dalam pelajaran dengan memperkuat sisi keagamaan. Lulusan di sekolah keagamaan ini, kata dia, tetap diperbolehkan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi manapun.

Ia meminta juga, jika ada kegiatan perkenalan ataupun acara apapun yang bisa dibantu, pihak sekolah diharapkan bisa mengajukan permohonan bantuan anggaran atau apapun sehingga bisa dialokasikan sesuai dengan anggaran di kementrian agama.

Ketika mendengar, cerita dari Kepala SMA Katolik Sint Carolus, Fredus Kolo, S.Ag tentang pengalaman dalam keberagaman agama siswa, Yakobus meminta agar siswa dan semua guru tetap menerapkan pola-pola demikian untuk menjaga kemajemukan ini. 

Baca juga: Kolaborasi Dinas Kominfo dan Dukcapil Kota Kupang Wujudkan Layanan Publik Digital

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved