Breaking News:

Berita Kota Kupang

Kolaborasi Dinas Kominfo dan Dukcapil Kota Kupang Wujudkan Layanan Publik Digital

tulang punggung jaringan untuk transfer data. Dengan begitu warga tidak kesulitan memasukan data secara keseluruhan.

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/IRFAN HOI
Sekertaris Dinas Kominfo Kota Kupang, Andre Otta 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi 

POS-KUPANG.COM,  KUPANG - Perkembangan digital memberi kemudahan dalam tiap aktifitas manusia.  Demikian dengan layanan publik di sektor pemerintahan. Di Kota Kupang, konsep smart city menjadi pilar pembangunan disegala lini demi layanan publik berbasis digital.

Kali ini, kolaborasi itu diwujudkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kependudukan catatan sipil (Dukcapil) Kota Kupang untuk mewujudkan layanan publik berbasis jaringan digital bagi kepentingan warga di Kota ini.

"Jika tidak  ada kendala atau arah melintang tahun ini Dinas Kominfo Kota Kupang sudah bisa mendapat  ijin untuk mengakses data yang ada di Dukcapil  bisa melayani secara online oleh masyarakat di kelurahan masing-masing," kata Sekertaris Dinas Kominfo Kota Kupang, Andre Otta, Senin 6 September 2021.

Menurut Andre, Dinas Kominfo sedang memproses surat Perjanjian Kerjasamanya (PKS). Backbone, kata Andre, merupakan tulang punggung jaringan untuk transfer data. Dengan begitu warga tidak kesulitan memasukan data secara keseluruhan.

Warga akan mengakses layanan publik dari tiap instansi dengan memasukan nomor induk kartu tanda penduduk. Setelahnya, data yang dibutuhkan warga bisa langsung diprint. Sebab jaringan akan terhubung ke aplikasi "Sodamolek" di kelurahan masin-masing.

Baca juga: Pesan Kadis P dan K Kota Kupang Dumuliahi Djami Saat Buka Kegiatan PKKT di LPKA Kupang

"Selama ini sudah berjalan namun belum terlalu kuat karena  petugas di kelurahan  harus melakukan entri sendiri. Dengan  sudah terintegrasi dengan dukcapil, warga tinggal masuk ke aplikasi Sodamolek maka data mereka sudah terbaca pada center di Dukcapil," jelasnya.

Untuk mendapat aplikasi sodamolek, warga bisa mengakses melalui playstore di Handphone andorid. Data yang diakses dan diprint dari aplikasi itu, selanjutnya diberikan kepada lurah, RT/RW setempat untuk ditandatangani.

Disisi lain, aplikasi ini juga memiliki kelemahan. Manakala, warga yang telah mendapat print berkas, harus mendapat surat pengantar dari RT/RW sebelum ditandatangani lurah setempat. Untuk itu, dalam waktu dekat Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN ) khusus Badan Sertifikat Elektronik (BSE) tiba di Kupang untuk melakukan penyesuaian modul aplikasi.

"Untuk melakukan penyesuaian  modul baru tanda tangan elektronik baru di aplikasi Si Pintar," sambungnya.

Andre optimis terus berkomunikasi dan bila memungkinkan, semua administrasi disiapkan saat penerapan aplikasi lain untuk mendukung layanan ini.

Baca juga: Pembangunan Kali Dendeng di Kota Kupang Capai 45 Persen

"Seperti di aplikasi Sodamolek selama ini langsung lurah tanda tangan tapi harus ada lagi pengantar RT, sehingga butuh penyusuaian lagi," tutupnya. (*)

Berita Kota Kupang Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved