KKB Papua
Ditembak Egianus Kogoya, Dua Prajurit TNI Hampir Mati, Untung Jenderal Andika Perkasa Bergerak Cepat
Kelompok kriminal dibawah pimpinan Egianus Kogoya melakukan serangan secara tiba-tiba ke TNI Polri Distrik Mapnduma, Kabupaten Nduga, Papua.
Untuk bertemu dengan Egianus, Victor menyebut ada pihak lain yang tidak bisa ia sebutkan membantu untuk membuatkan janji.
Pertemuan pun diatur pada tengah malam.
Sebelum bertemu, Victor Mambor memperkirakan, saat itu ia harus berjalan kaki sekitar 2 jam sebelum tiba di markas Egianus Kogoya.
"Jalan gelap, saya ikut arahan saja. Saya tidak tahu itu kami jalan ke arah mana, sampai tiba di perkampungan," kata Victor
Rupanya, Egianus sudah menunggu Victor di dalam sebuah honai (rumah adat suku pegunungan).
Pertemuan pun berlangsung hanya sebentar, sekitar 15 menit.
Baca juga: Ternyata Ini Alasan Utama KKB Papua Memberontak Sampai Tembak Mati Warga, Presiden Jokowi pun Tahu
Pernah Minta TNI Jangan Gunakan Senjata Ini
Masyarakat mungkin sering mengenalnya dalam serangkaian aksi bengis Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.
Sebab KKB yang dipimpin Egianus Kogoya merupakan 1 dari 7 kelompok KKB yang masih aktif di Papua.
Diperkirakan anggota kelompok Egianus Kogoya sekitar 50 orang dimana masing-masing memegang senjata yang cukup canggih.
Walau begitu siapa yang sangka bahwa sebenarnya Egianus Kogoya begitu takut jika berperang melawan TNI?
Hal itu pernah disampaikan Egianus Kogoya dalam akun facebook TPNPB pada tahun 2018 silam.
Dilansir dari hot.grid.id pada Sabtu 1 Mei 2021. Dalam unggahan itu, Egianus Kogoya mengaku tidak mau berperang dengan TNI jika mereka memakai helikopter dan bom.
Unggahan jelas Egianus Kogoya berbanding terbalik dengan pernyataannya bahwa dirinya sudah siap berperang melawan TNI.
Selama ini, KKB hanya tahu TNI menggunakan helikopter Bell 412 dan Mi-17 di Papua.
Memang kedua jenis alutsista itu merupakan jenis angkut.
Namun sebenarnya TNI memiliki beragam senjata mematikan.
Bahkan alutsista TNI paling mutakhir sama sekali belum pernah diterjunkan untuk menumpas OPM.
MisalnyaTNI mempunyai Skadron 31/Serbu Penerbad yang bersarang di Semarang.
Dan Isian Skadron 31/Serbu ini beragam. Mulai helikopter Mi-17, Bell UH-1 Iroquis, Mi-35 Hind E dan AH-64 Apache.
Nah, 2 nama terakhir inilah yang menjadi momok menakutkan bagi Egianus Kogoya dan prajurit KBB lainnya.
Perlu Anda tahu, kemampuan AH-64 Apache ini cukup mengerikan.
Baca juga: KKB Papua Kini Belum Punya Pemimpin, Pecetan TNI Membelot ke KKB Diduga Terlibat Pembunuhan
Dilansir dari Boeing, AH-64 Apache yang dimiliki Indonesia adalah varian paling canggih yakni Guardian.
Jika pilot mengaktifkan helm Head Mounted Display (HMD), maka moncong senapan mesin akan mengunci sasaran.
Jadi, sasaran tidak akan bisa lepas.
Sementara AGM-114 Hellfire yang bisa meluluhlantakan kendaraan lapis baja dalam sekejap.
Lalu Mi-35 malah dijuluki Tank Terbang atau Si Monster asal Rusia.
Alasannya karena Mi-35 kebal akan tembakan senapan mesin layaknya kepunyaan kombatan OPM.
Belum lagi, AH-64 Apache dan Mi-35 sama-sama terbang, melacak dan menembak
sasaran dalam cuaca apapun, siang maupun malam.
Sementara senjata ketiga yang begitu ditakuti oleh Egianus Kogoya dan KKB adalah pesawat Embraer 314 Super Tucano buatan Brasil.
Alasannya karena pesawat ini memanglah pesawat yang bisa menumpas konflik intensitas rendah macam gerakan separatis.
Bahkan Super Tucanodapat menggotong muatan berupa bom MK-81/MK-82, bom bakar, roket dan rudal darat-ke udara.
Letda Rudi Sipayung Ditembak Goliat Tabuni
Sementara itu, seorang anggota TNI dari satuan Yonif 715/Matuliato bernama Letda Inf Rudi Sipayung tertembak saat kontak senjata dengan KKB Papua Goliat Tabuni.
Insiden baku tembak antara personel TNI dengan KKB itu terjadi di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, pada Minggu 15 Agustus 2021.
Seperti dilansir dari Kompas TV dalam artikel 'Detik-Detik Pasukan TNI Disergap Saat Patroli, KKB Langsung Menembak Letda Rudi Sipayung'
Danrem 173/PVB Matuliato, Brigjen TNI Iwan Setiawan, mengungkapkan kejadian itu terjadi ketika personel Yonif 715/Matuliato tengah berpatroli lalu disergap KKB di Distrik Gome.
Baca juga: Kabar Terkini KKB Papua Diduga Didanai Para Pejabat, Oknum TNI-Polri Jadi Sumber Pemasok Senjata Api
Saat penyergapan tersebut, kata Iwan, KKB langsung melepaskan tembakan ke arah para personel TNI yang sedang berpatroli itu.
Karena serangan mendadak tersebut, salah satu personel TNI, Letda Inf Rudi Sipayung, mengalami luka tembak dalam kejadian itu.
"Memang benar terjadi kontak tembak di Gome hingga menyebabkan satu prajurit dari Yonif 715/Matuliato terluka tembak," kata Iwan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin 16 Agustus 2021.
Menurut Iwan, kondisi Letda Inf Rudi Sipayung yang terkena tembakan saat ini dalam kondisi stabil.
"Kondisi prajurit yang terluka stabil karena langsung ditangani dokter dan paramedis dari Yonif 715," ucap dia.
Iwan mengungkapkan, pihak yang melakukan penyergapan terhadap personel TNI itu merupakan kelompok pimpinan Goliath Tabuni.
Mereka diketahui sudah bergeser dari Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, ke Distrik Gome.
"Wilayah Gome (kini) dikuasai kelompok Goliat Tabuni," kata Iwan.
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Jenderal Andika Perkasa Gerak Cepat Evakuasi 2 Anak Buahnya yang Ditembak KKB Papua ke RSPAD