KKB Papua
Ditembak Egianus Kogoya, Dua Prajurit TNI Hampir Mati, Untung Jenderal Andika Perkasa Bergerak Cepat
Kelompok kriminal dibawah pimpinan Egianus Kogoya melakukan serangan secara tiba-tiba ke TNI Polri Distrik Mapnduma, Kabupaten Nduga, Papua.
POS-KUPANG.COM – Insiden baku tembak antara TNI Polri dan kelompok separatis di Papua, hingga kini terus terjadi.
Kelompok kriminal bersenjata Papua itu tak henti-hentinya menebar teror dan ancaman kepada masyarakat.
Selain itu, melancarkan pula serangan serangan secara mendadak dengan menyasar TNI Polri.
Aksi KKB Papua itu praktis melahirkan peristiwa baku tembak antara kelompok separatis dengan TNI Polri, sebagaimana yang terjadi baru-baru ini.
Kelompok kriminal dibawah pimpinan Egianus Kogoya melakukan serangan secara tiba-tiba ke TNI Polri Distrik Mapnduma, Kabupaten Nduga, Papua.
Dalam serangan tersebut, dua prajurit TNI terkena tembakan. Peluru bersarang di tubuh prajurit itu sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit.
Mendapat kabar prajuritnya terkena tembakan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa langsung bergerak cepat.
Jenderal Andika Perkasa memberikan arahan untuk mengevakuasi dua anak buahnya itu dari Papua ke Jakarta.
Baca juga: Usai Merampas Senjata dari Prajurit TNI, Tembakan KKB Papua Semakin Jitu, Ternyata Ini Rahasianya
Kedua prajurit TNI AD yang terkena tembakan, yakni Lettu Inf Sukma dan Praka Abdul Hamid. Keduanya anggota Yonif Raider Khusus (RK) 751/Vira Jaya Sakti.
Lettu Inf Sukma dan Praka Abdul Hamid mengalami luka tembak ketika terjadi kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga.
Pasca terkena tembakan, kedua prajurit itu langsung dilarikan ke RSUD Timika untuk mendapatkan perawatan medis.
Melansir dari channel youtube TNI AD, sesuai arahan Jenderal Andika Perkasa, setelah mendapatkan perawatan tingkat pertama di RSUD Timika, keduanya langsung diterbangkan ke Jakarta.
Setibanya di Jakarta, kedua prajurit TNI tersebut langsung dibawa ke RSUD Gatot Soebroto, untuk mendapatkan perawatan intensif.
Lettu Inf Sukma mengalami luka tembak di bagian tulang frontal kanan, serta patah di salah satu jari tangan sebelah kiri. Sedangkan Praka Abdul Hamid mengalami luka tembak di bagian perut bawah. Meski demikian, keduanya dalam kondisi stabil.
“Peristiwa itu terjadi tanggal 13, tenaga kesehatan melakukan long darlap di pos Mapenduma setelah menghubungi kami.”