Breaking News:

Berita Kabupaten Belu

Lamaknen Selatan Jadi Kawasan Pengembangan Kopi

Pemerintah Kabupaten Belu menetapkan wilayah Kecamatan Lamaknen Selatan sebagai kawasan pengembangan kopi. 

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG. COM/TENI JENAHAS
BERI ARAHAN--Wabup Belu, Drs.Aloysius Haleserens, MM saat memberikan arahan  kepada peserta sosialisasi Fasilitasi Pengembangan Kawasan Kopi di Kecamatan Lamaknen Selatan, di Aula Kantor Camat, Jumat 16 Juli 2021. 

Pada kesempatan itu, Dinas PMD juga mensosialisasikan tentang posisi kopi Henes dan Lakmaras. 
Kata Kadis PMD, hasil uji cita rasa kopi oleh Pusat Penelitian Kapo dan Kakao Jember menunjukkan, bobot cita rasa kopi Henes 86,6 dan citarasa kopi Lakmaras 84. Khusus kopi Lakmaras memiliki rasa spesifik yaitu spicy (rasa agak pedas), kacang-kacangan dan caramelly. 

Menurut Nona Alo, akhir tahun 2018, Desa Lakmaras memperoleh bantuan peralatan pasca panen kopi dari Direktorat SDA & TTG (Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi). Peralatan tersebut diserahkan ke BUMDes untuk pengolahan kopi di Desa Lakmaras dan desa-desa sekitarnya. 

Sejak itu, Bumdes Lakmaras mulai merintas usaha pengolahan kopi ke skala lebih besar. Setelah diolah dengan baik, pasaran kopi tidak hanya skala lokal tapi merambah sampai Kota Kupang. 

Tahun 2020, lanjut Nona Alo, Dinas PMD telah memperjuangkan bantuan lanjutan dari Kemendes 
bagi desa-desa penghasil kopi di Lamaken Selatan dan sekitarnya. 
Peralatn yang diajukan yaitu alat pengupas kulit cherry (Pulper), alat pengupas kulit tanduk (Huller), dan Grader (alat untuk memisahkan kopi sesuai dengan ukuran besar, sedang dan kecil).

Namun, karena pandemi COVID-19, proposal yang diajukan belum disetujui untuk direalisasikan tahun 2020. Proposal yang diajukan itu baru disetujui tahun 2021 dan karena alasan dana terbatas, bantuan hanya diberikan untuk satu desa yaitu Desa Henes.

Sementara, Wakil Bupati Belu, Drs.Aloysius Haleserens, MM meminta kepala desa agar data luasan lahan kopi, jumlah produksi dan kegiatan Bumdes segera dilaporkan ke Dinas PMD paling lama dua hari ke depan. 

"Besok laporannya sudah disampaikan kepada Kepala Dinas PMD lewat WA atau lainnya untuk kemudian ditindaklanjuti dan dilaporkan," tegas Alo Haleserens. 

Menurut Wabup Belu, data sangat penting sebagai dasar pijakan untuk merumuskan program-program ke depan sehingga realisasinya terukur. 

Kepada kepala desa dan BPD agar merencanakan program pembangunan di desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan berdasarkan skala prioritas serta mendukung visi, misi pemerintah Kabupaten. 

Antara kepala desa dan BPD jangan saling bertengkar hanya karena komunikasi kurang baik. Bila terjadi segera diselesaikan dengan cara duduk bersama dan selesaikan masalah secara bijaksana. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved