Kabupaten Kupang Diguncang Gempa Tektonik M5,1, Tidak Berpotensi Tsunami
gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas tumbukan lempeng benua Australia
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Kabupaten Kupang Diguncang Gempa Tektonik M5,1, Tidak Berpotensi Tsunami
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gempa bumi tektonik M5,1 mengguncang Kabupaten Kupang, Senin, 28 Juni 2021.
Dalam rilis berita yang diterima POS-KUPANG.COM, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Margiono mengatakan, gempa tersebut terjadi pukul 08:56:41 WIB atau 09:56:41 WITA.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M=5,1 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Mw=5,0," kata Margiono.
Lanjut dia, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 10,45°LS;124,1°BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 49 kilo meter (Km) arah Tenggara Kota Oelamasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 17 km.
Baca juga: Polres Kupang Gandeng Dinkes Sukses Lakukan Vaksin Serentak untuk 2.420 Warga di Kabupaten Kupang
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas tumbukan lempeng benua Australia dengan Busur Banda.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Kota Kupang II-III MMI, getaran dirasakan nyata dalam rumah.
Terasa getaran seakan akan truk berlalu. Sementara di Kabupaten Kupang I-II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Baca juga: Dana Tunggu Hunian untuk 2.375 Korban Seroja di Kabupaten Kupang Mulai Tersalurkan, Ini Besarannya
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.
Hingga hari Senin, 28 Juni 2021 pukul 09.25 WIB atau 10.25 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock ).
Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," jelasnya.
Baca juga: Di Kabupaten Kupang - NTT, Pemkab Mulai Salurkan Bantuan Dana Tunggu Hunian, Ini Besaran Rupiahnya
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, Instagram/Twitter @infoBMKG, website http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, telegram channel https://t.me/InaTEWS_BMKG, atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg," pungkasnya.(*)