Kesaksian Warga Saat Menolong Korban Lakalantas Akibat Blokade Jalan Weri-Watowiti
kemudian meninggal dunia setelah dirujuk ke RSUD Prof.dr. WZ Johannes Kupang karena mengalami pendarahan otak.
Kesaksian Warga Saat Menolong Korban Lakalantas Akibat Blokade Jalan Weri-Watowiti
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda
POS-KUPANG.COM,LARANTUKA-Paulus Kelake, Warga Dusun Welo, Desa Pai Napan, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur mengalami kecelakaan lalulintas setelah menabrak bebatuan yang digunakan pemilik lahan memblokade jalan menuju bandara Gewayang Tanah, Watowiti pada Selasa 8 Juni 2021 lalu.
Ia kemudian meninggal dunia setelah dirujuk ke RSUD Prof.dr. WZ Johannes Kupang karena mengalami pendarahan otak.
Istri korban, Emiliana Nogo pun tak tinggal diam.
Bersama keluarga lainnya, ia mendatangi Polres Flotim melaporkan warga pemilik lahan yang menurut dia, sebagai penyebab hilangnya nyawa suaminya.
Baca juga: Mulai 1 Juli, Masuk ke Kabupaten Flores Timur Harus Kantongi Hasil Rapid Antigen
Sejumlah saksi mata yang melihat korban saat kecelakaan pun angkat bicara, salah satunya, Frederick Tamu Ama.
Ia menuturkan, kecelakaan itu terjadi kurang lebih 100 meter di depannya.
Ia merupakan orang pertama yang mengangkat korban.
Saat itu, kata dia, dari mulut korban tercium aroma alkohol.
Baca juga: Disparbud Kabupaten Flores Timur Gelar Pelatihan Pengeloaan Desa Wisata
"Saya orang pertama yang angkat korban. Bau nyengat alkohol dari mulut korban. Karena saya bawa mobil truk, maka saya dan beberapa warga lainnya hentikan satu mobil kijang merah dan larikan korban ke RSUD Larantuka," ujarnya kepada wartawan, Kamis 24 Juni 2021.
Meski berada di Jakarta, namun ia mengaku bersedia jadi saksi jika polisi membutuhkan keterangannya.
"Saya dari arah atas dan korban dari arah bawah. Dia tabrak batang pisang yang dipakai untuk blokade jalan. Tapi orang ini (korban) dalam keadaan mabuk berat. Karena alkohol mungkin tidak konsentrasi, tidak pakai helm juga," katanya.
Hal yang sama disampaikan saksi mata Polus Diaz yang juga pemilik lahan. Ia mengaku saat mengangkat korban, tercium bau alkohol dari mulut korban.
Baca juga: Warga Desa Nimun Dani Bao Flores Timur Keluhkan Rusaknya Infrastruktur Jalan
Korban saat itu, tidak mengenakan helm.