Breaking News:

Warga Desa Usapinonot Pertanyakan Progres Penanganan Laporan Dugaan Penyelewengan Dana Desa 

Warga Desa Usapinonot Pertanyakan Progres Penanganan Laporan Dugaan Penyelewengan Dana Desa 

Penulis: Dionisius Rebon
Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Dionisius Rebon
Pose Warga Desa Usapinonot saat menyambangi Kejari TTU, Selasa, 08/06/2021. 

Warga Desa Usapinonot Pertanyakan Progres Penanganan Laporan Dugaan Penyelewengan Dana Desa 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU- Warga Desa Usapinonot, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara ( Kabupaten TTU), Provinsi NTT, Leonardus Leu, dan Sebastianus Bani menyambangi Kejari TTU pada, Selasa, 08/06/2021.

Kedatangan warga Desa Usapinonot ini bertujuan untuk mempertanyakan perkembangan laporan dugaan penyelewengan Dana Desa oleh mantan Kades, Serilus Yan Maumabe.

Pasca mendatangi kantor Kejari  TTU, Warga Desa Usapinonot, Leonardus Leu, mengatakan, pihaknya menyambangi Kejari TTU untuk menanyakan progres penanganan kasus atas sejumlah program pembangunan di desa tersebut  tahun anggaran 2016 hingga 2020.

Baca juga: 20 Tahun Lepas dari Indonesia,Timor Leste Terima Kenyataan 50% Anak-anaknya Kurang Gizi dan Stunting

Baca juga: Karyawan Toko Buah Tetiba Dapat Uang Rp 1 Miliar, Saat Ditelusuri Ternyata Uang dari Menteri, Lho?

Banyak item pekerjaan pembangunan di Desa Usapinonot, ujar Leonardus, tidak rampung dikerjakan. Tidak hanya itu, mantan  kades  juga menerapkan kebijakan yang membawa kerugian bagi masyarakat Desa Usapinonot. Pasalnya, Serilus memotong Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19  bulan Desember 2020 yang bersumber dari Dana Desa secara sepihak. BLT tersebut, seharusnya dibayarkan kepada 96 keluarga penerima manfaat (KPM)

Ia menjelaskan, pasca memotong anggaran BLT Covid-19 Serilus beralibi bahwa, anggaran Rp 28.800.000 itu akan dialihkan untuk pembangunan tujuh unit rumah, berdasarkan hasil musyawarah khusus.

Leonardus juga mempertanyakan keberadaan anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Usapinonot

Menurutnya, mantan kades mengalokasikan dana rutin sebesar Rp 50.000.000 pertahun sejak tahun 2016 sampai dengan 2020 kepada BUMDes untuk penambahan modal usaha.

Baca juga: Musa: Belum Ada Informasi Terkait Pemotongan Kuota CPNS dan P3K

Baca juga: Bocah SD di Ngada Lakukan Pencabulan, Polisi Minta Orangtua Perhatikan Anak di Rumah

Ironisnya, hingga detik ini masyarakat tidak mengetahui perkembangan usaha maupun keuangan yang dikelolah oleh BUMDes. Kehadiran BUMDes sama sekali tidak memberikan pengaruh terhadap perkembangan ekonomi masyarakat Desa Usapinonot.

Pada tahun anggaran 2017, mantan kades mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp 170.000.000 untuk pembangunan 10 unit rumah layak huni. Namun, pekerjaan tersebut tidak tuntas.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved