Khristofel Praing: Belalang Jadi Tantangan Tersendiri di Sumba Timur
Hama belalang di Kabupaten Sumba Timur sudah menjadi tantangan tersendiri
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -- Hama belalang di Kabupaten Sumba Timur sudah menjadi tantangan tersendiri. Hama ini selalu bermigrasi dari satu wilayah ke wilayah lain.
Hal ini disampaikan Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing,M.Si , Selasa 8 Juni 2021.
Menurut Khristofel, hama belalang di Sumba Timur sudah menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah setempat.
"Ini tantangan bagi kita, karena hampir di seluruh kecamatan sudah mengalami serangan belalang," kata Khristofel.
Baca juga: Kronologi Direktur RSUD dr. TC.Hillers Maumere dan Kabag Umum Terkonfirmasi Positif Covid-19
Baca juga: Pejabat Terpapar Covid-19 Ini Hasil Tracking dan Swab Test Anggota Keluarga dan Staf RSUD Maumere
Dijelaskan, Sumba Timur bukan saja mengalami bencana non alam Covid-19, tapi juga ada bencana alam termasuk belalang, banjir bandang dan juga Badai Seroja.
"Saya sering katakan bahwa, Sumba Timur bukan saja alami Covid-19, tapi ada bencana alam ,baik itu banjir, Badai Seroja dan juga serangan belalang," katanya.
Terkait upaya pengendalian, Khris sapaan akrab Khristofel mengatakan,pemerintah sudah melakukan tindakan yang sistematis sebenarnya, namun hama ini selalu bermigrasi.
Baca juga: Kepala Desa di Malaka Endapkan Dana Desa Rp 8 Miliar
Baca juga: DPRD Malaka: Rekomendasi 12 Kades Bukan Prestasi
"Kita juga sudah menghadapinya secara ekstra.Kalau dulu hanya satu mobil operasional, kita tambah dua mobil, sedangkan anggaran yang kurang, saat ini kita tambah," katanya.
Khris juga mengatakan, perlu melakukan tindakan lain selain belalang.
"Pengendalian bukan saja dengan pestisida, tapi perlu ada upaya lain atau cara pengendalian lain," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)