Kamis, 4 Juni 2026

NTT Terkini 

Tinjau SPPG di Babau, Menko Muhaimin: MBG Harus Jadi Ekosistem Pemberdayaan

Ia juga menekankan pengurangan konsumsi makanan instan dan ber-MSG yang selama ini merusak selera makan anak-anak. 

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ALEXANDRO NOVALIANO DEMON PAKU
KUNJUNGAN KERJA -- Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (Menko PM), Dr. (HC) Drs. A. Muhaimin Iskandar, M.Si, melakukan kunjungan kerja dengan meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Yayasan Sinar Mentari Sejati, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Rabu (1/10/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Alexandro Novaliano Demon Paku. 

POS-KUPANG. COM, OELAMASI - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (Menko PM), Dr. (HC) Drs. A. Muhaimin Iskandar, M.Si, melakukan kunjungan kerja dengan meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Yayasan Sinar Mentari Sejati, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Rabu (1/10/2025).

Dalam kunjungannya, Menko Muhaimin menekankan pentingnya program MBG bagi anak-anak, terutama siswa SD dan balita, sebagai cara cepat dan efektif dalam mengatasi masalah gizi buruk.

“Manfaat untuk anak-anak kita, terutama SD dan balita, benar-benar cara cepat yang paling pokok. Saya berharap program ini tidak hanya mengatasi gizi buruk, tapi juga memperbaiki kualitas makanan yang dikonsumsi anak-anak, ” ujar Menko Muhaimin.

Ia juga menekankan pengurangan konsumsi makanan instan dan ber-MSG yang selama ini merusak selera makan anak-anak. 

“Banyak anak kecil yang tiap hari mencari snack MSG. Kita berharap produk MBG selain bergizi, berkualitas, juga dapat mengembangkan selera masyarakat secara sehat, ” tambahnya.

Baca juga: Kemenko Pemberdayaan Masyarakat RI Siap Kerja Sama dengan Sinode GMIT 

Menko Muhaimin juga dalam kesempatan tersebut, menegaskan pentingnya disiplin bagi pengelola dapur MBG (SPPG).

 “Dapur-dapur harus disiplin, jangan memanfaatkan celah yang merugikan konsumen. Ini program raksasa yang harus didukung bersama sebagai gerakan penanggulangan gizi dan stunting anak, " jelasnya.

Terkait maraknya kasus keracunan MBG sebelumnya, Menko Muhaimin menegaskan bahwa koordinasinya lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat. 

“Saya hanya melihat dari sisi pemberdayaan. untuk pelaksanaan sehari-hari memang di bawah tim dari BGN , tapi kami ingin MBG menjadi ekosistem pemberdayaan masyarakat, melibatkan UMKM, dan mendukung produktivitas masyarakat, ” ungkap Menko Muhaimin. 

Tak lupa dirinya juga memuji kinerja dapur MBG, SPPG Yayasan Sinar Mentari Sejati  tersebut. 

“Sangat memuaskan, dapur SPPG di sini sangat membanggakan. Para siswa, pemilik dapur, dan kepala dapur senang. Jadwal produksi sudah bagus; mulai jam 1 siang bahan baku siap, pukul 2 malam diolah, dan pukul 6 pagi sudah siap distribusi sampai pukul 9, ” terang Menko.

Pada Kesempatan itu juga, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Kupang, Kristoforus Tpoy, Kepada POS.KUPANG menyampaikan bahwa kedatangan Menko PM adalah bentuk dukungan terhadap program MBG sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Kehadiran Bapak Menko Pemberdayaan Masyarakat tentunya sangat mendukung program ini, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Pemberdayaan juga terjadi melalui pengambilan bahan baku lokal sehingga dapur-dapur yang ada di Kabupaten Kupang bisa memberdayakan masyarakat di sekelilingnya. Dengan hadirnya dapur ini, ekonomi masyarakat sekitar bisa ikut meningkat, " jelas Kristoforus. (nov) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved