Breaking News:

Hari Kedua Evaluasi RPJMD 2016-2021, Bupati Belu Terima Banyak Masukan

Hari kedua evaluasi RPJMD 2016-2021, Bupati Belu menerima banyak masukan

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
Hari Kedua Evaluasi RPJMD 2016-2021, Bupati Belu Terima Banyak Masukan
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
BUKA RAPAT---Bupati dr. Agustinus Taolin, Sp.PD dan Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens MM saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Evaluasi Kinerja RPJMD 2021-2021 di Aula Betelalenok, Senin 7 Juni 2021.

Hari kedua evaluasi RPJMD 2016-2021, Bupati Belu menerima banyak masukan

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA---Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin menerima banyak masukan dan usul saran dari peserta kegiatan evaluasi kinerja RPJMD 2016-2021 yang diselenggarakan pemerintah melalui BP4D Kabupaten Belu.

Evaluasi hari kedua, Selasa 8 Juni 2021 ini fokus pada bidang pertanian dan ketahanan pangan serta perternakan. Kegiatan bertempat di Gedung Betelalenok Atambua.

Di bidang pertanian, peserta menyampaikan sejumlah unek-unek tentang kinerja pemerintah dalam melaksanakan program-program pembangunan yang termuat dalam RPJMD lima tahun sebelumnya. Persoalan dimaksud antara lain, penggunaan traktor kurang optimal, keterlambatan distribusi pupuk subsidi, keterlibatan bank dan masalah pemasaran komoditi.

Baca juga: Pemkab Sikka Dapat Bantuan 12 Ribu Judul Buku dari Yayasan Makhkota Jakarta

Baca juga: Pinjaman Daerah Rp 1 Triliun Pemda Mabar, Inocentius Peni Nilai Langkah Maju

Di bidang peternakan terkait bantuan ternak yang kurang berkembang, harga ternak, perluas program IB dan pakan ternak.

Peserta yang hadir dalam evaluasi bidang ini adalah para pemerhati pertanian, peternakan, pengecer pupuk, Bulog dan perbankan. Sedangkan unsur pemerintah adalah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Dalam pantauan Pos Kupang.Com, sesi diskusi dipandu oleh Plt. Kepala BP4D, Dra. M.K Eda Fahik. Polanya dinas teknis memaparkan kinerjanya di masa lima tahun sebelumnya kepada peserta lalu peserta memberikan tanggapan. Bila ada persoalan, perserta atau pun dari dinas teknis langsung diklarifikasi saat itu juga dalam forum. Tujuannya untuk mencari duduk persoalannya sehingga menghasilkan suatu rekomendasi untuk diperbaiki ke depannya.

Baca juga: Kepolisian Imbau Masyarakat Manggarai Waspada Terhadap Aksi Pencurian

Baca juga: Camat Satar Mese Utara Geram Minta Polisi Hukum Warga Yang Terlibat Kasus Pencurian

Bupati Belu, dr. Agus Taolin didampingi Wakil Bupati, Aloysius Haleserens tampak serius menyimak alur diskusi dan proaktif. Bupati dan Wakil Bupati juga membantu jalannya diskusi sehingga dalam forum terhormati itu tidak terjadi debat kusir. Yang dibutuhkan adalah memberikan input, usul saran dan masukan bagi pemerintah untuk perbaikan ke depannya.

Bupati Belu, dr. Agus Taolin menyampaikan, persoalan yang diangkat peserta menjadi catatan berharga bagi pemerintah sekaligus pekerjaan rumah pemerintah untuk menemukan solusi atau jalan keluarnya sehingga persoalan yang sama tidak terulang lagi di masa lima tahun ke depan.

Begitu juga masukan, usul saran peserta akan dicatat pemerintah untuk kemudian dimasukan dalam RPJMD 2021-2026 yang saat ini hampir final. Sebab, substansi evaluasi ini adalah melihat kembali kinerja RPJMD 2016-2021 yang telah dilaksanakan pemerintah lima tahun sebelumnya sekaligus untuk penyempurnaan RPJMD 2021-2026. Kemudian, melihat dan memetakan masalahnya dan tantangannya serta menemukan upaya pemecahan masalah-masalah tersebut. Upaya solusi tersebut akan muncul dari pikiran-pikiran kritis peserta yang hadir dalam evaluasi.

Dalam evaluasi bidang pertanian dan perternakan tersebut telah melahirkan sejumlah rekomendasi yang menjadi tugas pemerintah untuk melaksanakannya ke depannya. Rekomendasi yang dibacakan Bupati Belu itu antara lain, Dinas Pertanian memperhatikan secara serius time schedule pendistribusian pupuk subsidi, menyiapkan data penggunaan pupuk organik dan non organik, membuat kalender panen komoditi dan diserahkan kepada Dinas Perdagangan. Selanjutnya Dinas Perdagangan bisa mendiskusikan dengan pihak bank dan pedagang.

Mendata alsintan, baik kondisi baik maupun rusak, menghitung biaya maintenance atau perawatan, mengawasi secara aktif tugas penyuluh, mendata potensi lahan pertanian dan perkebunan, irigasi, sumber air irigasi.

Di bidang peternakan meliputi, pemetaan atau roadmap wilayah pengembangan ternak, mendata kelompok ternak, mengecek bantuan yang sudah diserahkan pemerintah kepada kelompok-kelompok, menyediakan lokasi timbang ternak, membentuk kelompok pengembangan sapi IB dan mendata kawasan pakan ternak.

Diakhir kegiatan, Bupati Belu, dr. Agus Taolin menyampaikan Terima kasih kepada peserta dan juga Dinas teknis yang telah bersama-sama membahas dan memecahkan persoalan dan menemukan jalan keluarnya.

"Terima kasih semuanya. Apa yang kita bicarakan hari ini memberikan manfaat bagi masyarakat Belu", pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,
Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved