Mendagri Tito Karnavian: Setiap Pemda Punya Lab PCR

Mendagri Tito Karnavian memberikan pengarahan pada acara Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD tahun 2021

Editor: Kanis Jehola
pk/ryan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat memberikan arahan di Aula El Tari Kupang, Kamis 3 Juni 2021. 

POS-KUPANG.COM - MENTERI Dalam Negeri ( Mendagri) Tito Karnavian memberikan pengarahan pada acara Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD tahun 2021 dan Penanganan Covid-19 kepada Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota se-NTT.

Kegiatan berlangsung di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT, Kamis (3/6) siang. Mendagri didampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi.

Mendagri mengatakan, meledaknya kasus Covid-19 di India menjadi pelajaran penting bagi bangsa Indonesia secara umum dan NTT. "Kasus India menjadi pelajaran penting bagi kita," ujar Mendagri.

Ia menyebut India terlalu cepat merayakan berkurangnya angka Covid-19 secara signifikan sehingga melonggarkan protokol kesehatan. "Mereka merayakan terlalu cepat, maka meledaklah kasus Covid-19."

Baca juga: Hasil Rapid Antigen Berbeda di Maumere, Fima Inabuy: Sensitivitas Rendah

Baca juga: Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa Kunjungi Bendung Kambaniru

Mendagri mengatakan, tingkat penularan Covid-19 di India pernah sampai di angka 400 juta per hari. Karena itu, Ia meminta pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di NTT tidak boleh lengah untuk melakukan pencegahan.

Menurut Mendagri, sebagai daerah kepulauan, NTT memiliki keuntungan dalam hal meminimalisir interaksi dan penularan. Ia mengingatkan pentingnya setiap kabupaten memiliki alat PCR sendiri. Kapasitas fiskal yang ada di setiap daerah mampu mengadakan mesin PCR.

"Kalai bisa setiap kabupaten/kota miliki 1 mesin PCR. Dengan kapasitas fiskal yang ada, kabupaten/kota mampu," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Mendagri juga mengapresiasi pencapaian ekonomi NTT pada kuartal pertama tahun 2021.

Baca juga: Nasabah Lambaikan Tangan ke Adun Tersangka Inventasi Bodong Tiba di Ende

Baca juga: Jemaah Haji Batal Berangkat

"Kita bersyukur NTT sudah masuk di angka positif, masuk 10 besar provinsi dengan angka pertumbuhan ekonomi positif," ucap Mendagri.

Ia menyebut, per Kamis (3/6) total pertumbuhan ekonomi NTT mencapai 21,98 persen. Meski lebih tinggi dari waktu yang sama pada tahun sebelumnya, angka tersebut menurut dia belum cukup. Idealnya pada akhir Mei, pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT mencapai 40 persen.

Mantan Kapolri ini meminta pemda menggenjot belanja daerah namun harus tetap menaati norma hukum. Dalam kondisi saat ini, belanja pemerintah baik melalui APBN pada Kementerian/Lembaga maupun APBD provinsi dan kabupaten/kota menjadi tulang punggung utama pertumbuhan ekonomi.

Mendagri mengingatkan agar belanja harus menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Khususnya program padat karya dan bermanfaat langsung kepada masyarakat. Ia meminta jangan sampai belanja modal ini hanya diterima kelompok pengusaha tertentu saja. "Di daerah ini, semua harus bergerak," ujarnya. (hh)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved