Breaking News:

Yeskiel Loudoe Minta Maaf, Terkait Beredarnya Rekaman Berbau SARA

usai beredarnya rekaman bernada SARA yang diucapkannya, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe akhirnya meminta maaf

POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe (tengah) saat menggelar jumpa pers di kantor DPD PDIP NTT. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Sempat bungkam usai beredarnya rekaman bernada SARA (suku, ras dan agama) yang diucapkannya, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe akhirnya meminta maaf.

"Saya mau klarifikasi atas ungkapan saya yang dipublikasikan oleh seseorang di medsos," katanya di kantor DPD PDIP NTT, Minggu, 30 Mei 2021.

Dia menjelaskan, rekaman suara yang beredar di media sosial (medsos) merupakan percakapannya bersama para wartawan mengenai pertanyaan tentang pendemo pada hari Kamis 27 Mei 2021 lalu.

Rekaman, lanjutnya, telah diedit oleh seseorang dan kemudian di publikasikan ke medsos.

Baca juga: Promo PSM Alfamart Hari Terakhir Senin 31 Mei 2021, Mie Sedap 5 Cuma Rp 10ribu, Aqua 2 Lebih Murah

Baca juga: KPU Usul Pemilu 2024 Dipercepat Jadi 21 Februari, Pilkada 20 November

"Saya pribadi tidak mempunyai niat melecehkan agama Katolik, karena saya Yeskiel Loudoe adalah bagian dari umat Katolik. Saya perlu sampaikan, sebagian keluarga Loudoe adalah umat Katolik," jelasnya.

Dia pun menerangkan, maksud dari pernyataannya ditujukan kepada keenam pendemo yang datang ke gedung DPRD Kota Kupang dan menyatakan sikap menuntut dirinya turun dari jabatan Ketua DPRD Kota Kupang.

Yeskiel pun meminta maaf kepada pimpinan umat Katolik dan tokoh-tokoh etnik suku Flores dan seluruh umat Katolik atas pernyataan di medsos merupakan kekeliruan semata.

Sebelumnya, pernyataan berbau SARA yang diduga diucapkan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Kupang, Yeskiel Loudoe, menyebabkan kegaduhan.

Baca juga: Eranya Pelatih Jerman

Baca juga: Renungan Harian Katolik, 31 Mei 2021, Pesta Maria Mengunjungi Elisabet: Spiritualitas Perjumpaan

Berbagai kecaman pun beredar luas. Bahkan 13 anggota DPRD Kota Kupang berencana mengadukan hal ini ke Badan Kehoraman (BK) DPRD kota Kupang.
Dalam Jumpa pers yang digelar di Restoran Nelayan Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang itu dihadiri 13 anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi NasDem, PKB, Golkar, PAN, Perindo dan Hanura.

Wakil Ketua I DPRD Kota Kupang, Padron Paulus menyebut bahwa pernyataan Ketua DPRD Kota Kupang itu tidak mewakili lembaga dewan yang terhormat.
Menurut dia, pernyataan ketua yang bernuansa SARA itu merupakan pernyataan pribadi.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved