Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, 31 Mei 2021, Pesta Maria Mengunjungi Elisabet: Spiritualitas Perjumpaan

Lukas mengisahkan ziarah iman Maria melintasi wilayah pegunungan Yehuda menuju Kota Karem.

Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Senin 31 Mei 2021, Pesta Maria Mengunjungi Elisabet: Spiritualitas Perjumpaan (Luk 1:39-56)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Lukas mengisahkan ziarah iman Maria melintasi wilayah pegunungan Yehuda menuju Kota Karem. Tempat domisili Elisabet dan Zakaria bersama Yohanes di dalam rahim Elisabet.

Kita bisa merasakan bagaimana perjuangan kemanusiaan Maria yang sedang mengandung Yesus rela menempuh perjalanan yang sangat jauh. Kunjungan Maria adalah momen berahmat bagi Elisabet.

Elisabet menerima setidaknya tiga sukacita. Pertama, ia menerima anugerah anak justru di usia tua dan telah diyakini mandul. Kedua, Elisabet dipenuhi oleh Roh Kudus. Hal ini tentu merupakan rahmat sukacita besar baginya.

Dengan spontan Elisabet mengungkapkan kegembiraannya, “Berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana” (Luk 1:45).

Ketiga, Elisabet bersukacita, bukan hanya karena Maria datang mengunjunginya, tetapi Tuhan yang ada dalam kandungan Maria datang mengunjunginya. Ia seolah tak percaya. “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk 1:43).

Paus Emeritus Benediktus XVI mengatakan bahwa Perjalanan Maria mengunjungi sepupunya Elisabet adalah sebuah perjalanan misionaris yang otentik. Ini adalah suatu perjalanan yang membawanya jauh dari rumah, mendorong dia kepada dunia, ke tempat-tempat yang asing bagi kebiasaannya sehari-hari.

Bunda Maria adalah misionaris pertama yang memberitakan kabar gembira kepada Elisabeth saudaranya. Ia telah membawa Yesus kepada Elisabet dan kepada kita.

Peristiwa Perawan Maria pergi untuk mengunjungi Elisabet merupakan contoh yang paling jernih dan arti yang paling benar dari perjalanan kita orang yang beriman dan perjalanan Gereja itu sendiri. Dari kodratnya. Gereja adalah misionaris. Ia dipanggil untuk mewartakan Injil di mana pun dan selalu, untuk meneruskan warta iman kepada setiap laki-laki dan perempuan dan kepada setiap kebudayaan.

Halaman
12
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved