Bocah 4 Tahun Tewas di TTS

Begini Kronologi Lengkap Bocah 4 Tahun Tewas Akibat Terbawa Arus Air Sejauh 600 Meter

Begini kronologi lengkap bocah 4 tahun di Kabupaten TTS yang tewas akibat terbawa arus air sejauh 600 meter

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Nampak Putri Hauteas (4) sedang disemayamkan di rumahnya di Desa Linamnutu Kecamatan Amanuban Selatan, TTS 

Begini kronologi lengkap bocah 4 tahun di Kabupaten TTS yang tewas akibat terbawa arus air sejauh 600 meter

POS-KUPANG.COM | SOE - Sabtu 22 Mei 2021 sore, warga Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan digegerkan dengan peristiwa tenggelamnya Putri Hauteas, bocah 4 tahun di saluran irigasi Bena.

Putri ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa usai terbawa arus air di saluran irigasi Bena sejauh kurang lebih 600 meter.

Peristiwa naas ini bermula ketika korban mengajak sang kakek, Nitanel Hauteas untuk menemaninya mandi di saluran irigasi sekitar pukul 16.00 WITA. Kakek korban sempat menolak ajakan korban, namun karena terus dipaksa, sang kakek pun luluh oleh rayuan cucunya tersebut.

Baca juga: Tampil Semakin Gagah dan Masif All New CB150R Streetfire Resmi Dilaunching di Jatim & NTT

Baca juga: Kronologi Romelos Warga Fatukanutu Membacok Bernat Faot Hingga Tewas

Jarak saluran irigasi dan rumah korban hanya berjarak sekitar 6 meter. Saluran Irigasi Bena melintas  tepat di depan rumah korban, hanya dipisahkan jalan desa.

Usai tiba di saluran irigasi, korban berdiri di anak tangga pertama yang berada di saluran irigasi bermaksud hendak mandi. Sedangkan kakek korban menunggu korban mandi dengan duduk di rumah tetangga yang jaraknya sekitar 6 meter dari posisi korban mandi.

" Dia (korban) ajak saya ke irigasi. Katanya dia mau mandi di irigasi. Jadi bawa gayung untuk dia mandi di pinggir irigasi. dia hanya turun di anak tangga pertama saja lalu mandi," ungkap Nitanel kepada POS-KUPANG.COM, Minggu 23 Mei 2021.

Diduga karena kurang berhati-hati saat mandi, korban terpeleset dan jatuh ke dalam saluran irigasi. Untuk diketahui, saluran irigasi bena memiliki diameter lebar 2,5 meter dengan kedalaman kurang lebih 1,7 meter.

Baca juga: Sebelum Dibekuk Polisi Pelaku Pembunuhan Romelos Sempat Kabur Dua Jam

Baca juga: Pembunuh Bernat Faot Sudah Ditangkap Pihak Kepolisian Polres Kupang Masih Ada Hubungan Keluarga

Saat korban jatuh ke dalam air, sempat dilihat oleh saksi, Sony Benu (10) yang sedang mandi di dalam saluran irigasi tak jauh dari posisi korban terjatuh.

Sony sempat memegang rambut korban saat berada di dalam air, namun karena aliran air sangat deras, korban terlepas dari pegangan Sony dan hanyut terbawa arus.

" Saya sempat lihat dia jatuh dan langsung hanyut terbawa arus. Kebutulan, korban hanyut ke arah saya. Saya sempat pegang rambutnya namun karena arus Sangat deras, korban terlepas dan kembali hanyut terbawa air," ujar Sony.

Setelah dilakukan pencarian sekitar 20 menit dengan cara menyusuri saluran irigasi, akhirnya korban ditemukan tersangkut di pintu air BB 5 yang berjarak 600 meter dari lokasi korban terjatuh.

Tony Nomleni sempat memberikan pertolongan kepada korban dengan memegang kaki korban lalu mengangkatnya ke atas dengan posisi kepala ke bawah bertujuan agar korban mengeluarkan air yang sempat ditelannya saat hanyut terbawa arus. Namun setelah diberikan pertolongan kurang lebih 15 menit korban tidak memberikan respon apa pun. 

" Sekitar pukul 16.30 WITA korban ditemukan tapi sudah tak bernyawa. Kita sudah coba kasih pertolongan tapi nyawanya tak selemat," kisah Tony.

Sekitar pukul 16.40 WITA, jenazah korban dibawa ke rumah korban dengan menggunakan sepeda motor. Kakek korban menggendong jenazah korban lalu menumpang sepeda motor warga ke rumahnya.
Jenazah korban lalu disemayamkan di rumah duka.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved