Satpol PP Kabupaten Sumba Timur Terus Lakukan Operasi Penerapan PPKM
Operasi itu dilakukan bersama dalam tim gabungan yang terdiri dari Satpol-PP, Polres Sumba Timur, Brimob dan Kodim 1601 sumba
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Satpol PP Kabupaten Sumba Timur Terus Lakukan Operasi Penerapan PPKM
POS-KUPANG.COM|WAINGAPU -- Satuan Polisi Pamong Praja Satpol PP Kabupaten Sumba Timur terus melakukan operasi penertiban penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Saat ini Kabupaten Sumba Timur masih memperpanjang PPKM kedelapan.
Hal ini disampaikan Kasat Pol PP Sumba Timur, Gollu Wola, S.Pd, Jumat 21 Mei 2021.
Menurut Gollu, Satpol-PP Sumba Timur terus melakukan operasi penertiban penerapan PPKM.
Operasi itu dilakukan bersama dalam tim gabungan yang terdiri dari Satpol-PP, Polres Sumba Timur, Brimob dan Kodim 1601 sumba.
Baca juga: Sudah 44 Pasien Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur NTT Meninggal Dunia
"Kita tetap lakukan operasi penertiban penerapan PPKM yang saat ini masih terus diperpanjang hingga 30 Mei. Kota berkolaborasi dengan Polres dan Kodim untuk sama-sama lakukan operasi terutama di Pasar Matawai, karena ada jam buka dan tutup," kata Gollu.
Baca juga: 83 Pasien Covid-19 di Sumba Timur yang Masih Diisolasi
Dijelaskan, apapun kebijakan dari bupati terutama dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 atau untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Sumba Timur, maka dirinya merespon secara cepat.
"Apa yang ditegaskan oleh bapak bupati itu saya paling respon dan tindaklanjuti.

Hanya beberapa waktu lalu ketika saya sakit sehingga saya percayakan kepada Plt. Ibrahim Kideng," katanya.
Terkait koordinasi dengan Polres Sumba Timur dan Kodim 1601 Sumba Timur, Gollu menegaskan, koordinasi dan kerjasama selama ini sangat bagus.
"Kerjasama bagus dan diwujudkan dengan patroli bersama. Kita jalan sesuai dengan instruksi pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten," ujarnya.
Baca juga: Penyimpangan Gaji ASN di Dinas Pendidikan Sumba Timur, Belum Ajukan Penangguhan Penahanan
Sedangkan soal pendanaan, dirinya mengaku, pendanaan biasanya dari Satpol-PP jika ada operasi gabungan.
Ditanyai soal respon masyarakat terhadap PPKM dan juga protokol kesehatan, ia mengatakan, belakangan ini masyarakat sudah mulai sadar.
Baca juga: Perpanjang PPKM - Bupati Sumba Timur Minta Masyarakat Taati Prokes
"Hasil di lapangan bisa dilihat berama. Kalau dulu orang melawan untuk pakai masker, sekarang tidak lagi. Hanya ada tipis-tipis orang yang tidak pakai masker," ujarnya.
Dia juga mengatakan, selama operasi masyarakat ada yang menilai adanya kekerasan.
"Saya tegaskan bahwa tidak ada kekerasan hanya humanis kekeluargaan. Kalau diberi sanksi atau hukum
Push up dan menghafal Pancasila atau menyanyikan lagu kebangsaan itu saya kira baik," katanya.
Sedangkan untuk pelaksanaan tugas secara shift, dia mengatakan setuju dari shift shift hanya personel yang masih minim.
"Sesuai usulan kami, ada 100 orang.
Kalau dari sisi anggaran masih ada kendala karena masih dalam suasana Pandemi Covid-19," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)