Bersihkan (Korupsi) Awololong

Awolong itu sebuah keajaiban bagi rakyat Lembata. Pulau tak berpenghuni itu melayang-layang di atas hamparan laut biru.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Steph Tupeng Witin 

Logika narasi kasus seperti yang tampak dalam penetapan 3 terangka proyek Awololong sangat ganjil, luar biasa aneh dan patut diduga ditentukan oleh ketidakwarasan. Ada banyak argumen kenapa orang menjadi tidak waras. Kenapa sulit sekali seorang Bupati Lembata misalnya, diperiksa penyidik sekelas Polda NTT?

Apol Mayan katanya sudah diperiksa berulang-ulang tapi belum ada tanda-tanda penetapan tersangka juga? Kita berharap Sil Samun, Abraham Yehezkiel dan Midoo Arianto Boru tidak perlu malu apalagi takut “bernyanyi” tentang peran Bupati Lembata dan Apol Mayan ini. Mau urus guna-guna di rumah adat atau rumah non adat pun, kebenaran tidak boleh didiamkan, apalagi dibungkam.

Lembata telah sekian lama menjadi sebuah negeri salah urus karena patut diduga kuat ada upaya membungkam pundi-pundi aparat penegak hukum dengan sogokan. Dalam kasus Awololong, kalau uang habis, bisa pergi curi siput untuk sogok penegak hukum biar mabuk sekalian. Kalua tidak jadi tersangka, Awololong akan mengubah pihak-pihak itu menjadi siput pahit saja.

Proyek kolam apung Awololong merupakan program abal-abal. Tidak ada kesungguhan terbaca di sana yang menggambarkan secercah rasa memiliki (sense of belonging) tanah Lembata. Proyek Awololong adalah salah satu dari sangat banyak proyek mangkrak dan bermasalah yang membandang selama 10 tahun belakangan.

Saya percaya, banyak aparat birokrasi dan DPRD Lembata memiliki hati nurani untuk Lembata tapi terhimpit lengan kekuasaan yang membuat tidak berdaya. Rasionalitas dan akal sehat lumpuh. Aparat model ini tidak bisa ditaklukkan dengan ayat-ayat suci. Hanya terali besi yang akan menginsafkan mereka.

Maka proses hukum adalah solusi yang tepat. Kita mendesak Polda NTT agar segera menahan para tersangka. Publik malu melihat wajah seorang kepala dinas berstatus tersangka masih sibuk memberi nasihat kepada bawahan. Silvester Samun rupanya sudah kebal rasa dan tebal muka tapi wajah orang Lembata masih merasakan kadahsyatan malu itu. Polda NTT jangan meninggalkan kesan seolah rakyat Lembata kehilangan urat malunya.

Akhirnya, sambal menaruh hormat kepada Polda NTT, kita berharap kasus korupsi proyek Awololong segera dituntaskan agar air keadilan bisa mengairi lekuk tanah Lembata yang kerontang dan haus keadilan dan kebenaran dari nurani institusi penegak hukum. Keadilan dan kebenaran itu akan membersihkan wajah Awololong dari noda korupsi agar murni kembali. *

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved