Breaking News:

BPOM Keluarkan Edaran Penghentian Distribusi Vaksin AstraZeneca, Ataupah : Tidak Perlu Khawatir

penghentian sementara distribusi dan penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca (COVAX) di seluruh Indonesia. 

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kepala Dinas Kesehatan Kependudukan dan Catatan Sipil NTT dr Messerasi VB.Ataupah 

BPOM Keluarkan Edaran Penghentian Distribusi dan Penggunaan Vaksin AstraZeneca, Ataupah : Tidak Perlu Dikhawatirkan

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Republik Indonesia mengeluarkan edaran terkait penghentian sementara distribusi dan penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca (COVAX) di seluruh Indonesia. 

Edaran yang ditandatangani oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Badan POM RI, Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia itu dikeluarkan, Selasa 11 Maret 2021.

Dalam Edaran tersebut, Badan POM meminta penghentian pendistribusian dan penggunaan COVAX dalam rangka menindaklanjuti rekomendasi Komnas KIPI terkait pengujian toxisitas abnormal dan sterilisasi terhadap vaksin tersebut. 

Baca juga: Ahli Epidemologi, Yendris Krisno Sebut Tidak Semua Vaksin Astra Zeneca Diberhentikan BPOM RI

"Selama proses investigasi dan pengujian sebagaimana butir 1 dan 2 belum selesai, sebagai bentuk kehati-hatian, maka perlu dilakukan penghentian sementara Distribusi dan penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca (COVAX) dengan bets CTMAV547 di seluruh Indonesia serta dilakukan pemantauan ketat agar bets tersebut tidak digunakan," demikian bunyi edaran itu. 

Kepala Dinas Kesehatan Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Nusa Tenggara Timur, dr. Messerasi VB. Ataupah menegaskan persoalan tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Hal ini, jelas dr. Messerasi, karena hingga saat ini tidak ada persoalan yang ditumbuhkan oleh penggunaan Vaksin AstraZeneca di Provinsi NTT. 

Baca juga: Sebanyak 19 Ribu Warga Kota Kupang Telah Menerima Vaksin AstreaZeneca

"Di lapangan tidak bermasalah. Sampai sekarang di NTT tidak bermasalah jadi tidak perlu dikhawatirkan," ujar dr. Messerasi melalui sambungan telepon kepada POS-KUPANG.COM, Minggu 16 Mei 2021 petang. 

Terkait Edaran Badan POM RI bernomor R-PW.01.13.3.35.05.21.394 itu, dr. Messerasi mengaku belum mengetahuinya. Secara pribadi, mantan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT itu juga mengaku belum mendapatkan dan memegangnya.

"Edaran belum tahu karena belum masuk. Belum dapat lah," ujar dia. 

Vaksin Covid-19 bagi umat di Paroki St Fransiskus Asisi BTN
Vaksin Covid-19 bagi umat di Paroki St Fransiskus Asisi BTN (RS Borromeus untuk POS-KUPANG.COM)

Baca juga: Dinkes TTS Belum Terima Laporan Kejadian Susulan Pasca Penggunaan Vaksin Astrazeneca

dr. Messerasi menyebut pihak BPOM Provinsi NTT belum menyampaikan edaran tersebut kepada pihaknya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved