Anggota DPRD Kota Kupang Minta Pemkot Tegas Kendalikan Arus Balik Mudik Libur Lebaran
mengendalikan arus balik mudik. Pemudik harus tetap terkendali agar tetap taat dan disiplin dalam penerapan prokes
"Di laut itu rata rata dari luar Kota dan luar NTT yang akan masuk waktu sampai 28 mei, di darat kita diwajibkan mereka pake masker dan jaga jarak. Sedang Rapit kita tidak diwajibkan," terangnya.
Pengecualian ini, kata Bernadinus, dikarenkan penumpang yang melalui jalur darat lebih didominasi pedagang kecil yang melakukan usaha di kota Kupang.
Baca juga: Kisruh Anggota DPRD Kota Kupang Masih Berlanjut, Minta Sidang Segera Dilanjutkan
"Kita tidak wajib rapit kecuali bis penumpang atau travel kita diwajibkan untuk Rapit dan surat dari kelurahan dan itu sampai tanggal 18 saja. Kami punya tim di pelabuhan sampai tanggal 28 Mei baru berakhir," tambahnya.
Terpisah, Dinas kesehatan kota Kupang saat ini telah siap untuk mengantisipasi penanganan bagi para pemudik bila ditemukan adanya yang terpapar covid-19. Dinkes yang juga merupakan bagian dari satuan tugas (satgas) akan melakukan penanganan pasien berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan.
Kepala dinas kesehatan kota Kupang, Retnowati, menyebut dalam melaksanakan tugas ini tidak hanya dari dinas kesehatan, namun ada beberapa dinas lain yang tergabung dalam satgas penanganan covid-19.
Untuk itu, menurutnya, agar semua pihak yang terlibat dalam satgas mesti mempunyai sebuah gerak responsif yang dapat membantu penanganan covid-19 ini.
"Tiap dinas atau setingkat sektoral dia harus punya pekerjaan atau dia punya ide," kata kepala dinas kesehatan kota Kupang, Retnowati, ketika dihubungi, Jumat 14 Mei 2021.
Untuk menunjang pelayanan atau pekerjannya, kata Retno, pihak terkait dapat berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk penyediaan fasilitas kesehatan yang bisa membantu petugas dilapangan.
Dijelaskannya, saat ini pihak Dinkes sedang mendata kesiapan khusus tempat tidur bagi pasien di rumah sakit yang tersebar di wilayah kota Kupang.
Sementara itu, Dinas kesehatan kota Kupang saat ini juga sedang mempersiapkan hal teknis untuk mengantisipasi penanganan bagi para pemudik bila ditemukan adanya penumpang yang terpapar covid-19. Dinkes yang juga merupakan bagian dari satuan tugas (satgas) akan melakukan penanganan pasien berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan.
Baca juga: DPRD Kota Kupang Minta Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Saat Liburan Lebaran
Kepala dinas kesehatan kota Kupang, Retnowati, menyebut dalam melaksanakan tugas ini tidak hanya dari dinas kesehatan, namun ada beberapa dinas lain yang tergabung dalam satgas penanganan covid-19.
Untuk itu, menurutnya, agar semua pihak yang terlibat dalam satgas mesti mempunyai sebuah gerak responsif yang dapat membantu penanganan covid-19 ini.
"Tiap dinas atau setingkat sektoral dia harus punya pekerjaan atau dia punya ide," kata kepala dinas kesehatan kota Kupang, Retnowati, ketika dihubungi, Jumat 14 Mei 2021.
Untuk menunjang pelayanan atau pekerjannya, kata Retno, pihak terkait dapat berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk penyediaan fasilitas kesehatan yang bisa membantu petugas dilapangan.
Baca juga: Fraksi Gerindra Balik Arah Kisruh Anggota dan Ketua DPRD Kota Kupang, Polemik Berakhir?
Dijelaskannya, saat ini pihak Dinkes sedang mendata kesiapan khusus tempat tidur bagi pasien di rumah sakit yang tersebar di wilayah kota Kupang.
terkait dengan anggaran ia mengungkapkan saat ini anggaran yang gunakan berasal dari hasil Refocusing anggaran dan akan digunakan hingga Desember 2021 mendatang.
"Untuk pelayanan kesehatan itu anggaranya sampai Desember nanti ya, untuk dinas lain silahkan tanya ke satgas," tandasnya. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)