Jejak Bung Karno di Ende Mulai Pudar

Ir. Soekarno atau Bung Karno pernah diasingkan ke Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) oleh Kolonial Belanda, 1934-1938

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Taman Renungan Bung Karno 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Ir. Soekarno atau Bung Karno pernah diasingkan ke Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) oleh Kolonial Belanda, 1934-1938.

Soekarno dan istrinya Inggit Garnasih, Ratna Djuami (anak angkat), serta mertuanya, Ibu Amsi, bertolak dari Surabaya menuju Pelabuhan Ende dengan kapal barang KM van Riebeeck.

Selama kurang lebih delapan hari perjalanan, 14 Januari 1934 Soekarno tiba di Pelabuhan Ende.

Di Ende Soekarno bersama keluarga tinggal di Rumah Haji Abdullah yang kemudian dikenal sebagai rumah pengasingan Bung Karno.

Baca juga: Pantauan Hilal di Kota Kupang Penentuan 1 Syawal 1442 Hijriah

Baca juga: Dua Bocah Dibawah Lima Tahun di Oebobo Kota Kupang Ditelantarkan Ibunya, Simak Ceritanya

Hasil penelusuran POS-KUPANG.COM, ada beberapa tempat di Ende yang sering didatangi Bung Karno. Sayangnya, tidak semua tempat-tempat itu punya penanda dan terawat dengan baik.

Bupati Ende Djafar Achmad, Senin (10/5/2021), mengatakan bahwa jejak Bung Karno di Ende memang memudar, tapi tentu nilai sejarahnya tidak.

Menurutnya, Pemeritah Kabupaten Ende tengah membenahi tempat - tempat bersejarah di Ende yang terkait dengan Bung Karno, salah satunya Taman Renungan Bung Karno.

Taman Renungan Bung Karno, kata Bupati Djafar, hingga saat ini masih dalam proses pembenahan. Kondisi pandemi Covid-19, membuat pembenahan tersendat.

Dia katakan, ada program Pemkab Ende, menggelar parade Bung Karno setiap 1 Juni, hari lahir Pancasila. Namun, sejak pandemi Covid-19, 2020, parade ditiadakan.

Baca juga: Pemkab Belu Fasilitasi Wartawan Terima Vaksin

Baca juga: Unit Jatanras Polres Manggarai Amankan Uang Rp 8 Juta Milik Kasianus Matu Yang Dicuri Pelaku

Bagaimana tahun 2021 ini? Bupati Djafar, menegaskan Pemerintah Kabupaten Ende akan memikirkan bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan pada 1 Juni 2021. Ia menginginkan gema Ende sebagai Kota Pancasila kian kencang dan meluas.

Yanto Ambuwaru, cucu Haji Abdullah ditemui POS-KUPANG.COM, beberapa waktu lalu di kediamannya persis di samping kanan Rumah Pengasingan Bung Karno, Senin (1/6/2020), menuturkan, cerita tentang Bung Karno diwariskan turun - temurun oleh Kakek Haji Abdullah.

Keterangan Ambuwaru terkait tempat-tempat tersebut didukung dengan informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM dari Booklet Revitalisasi Kawasan Bersejarah Bung Karno di Ende.

Dia menceritakan ada sejumlah tempat yang pernah dan sering didatangi Soekarno, antara lain, Pelabuhan Ende, Pos Militer, Taman Bung Karno, Katedral dan Makam Amsi, Gedung Imakulata, Masjid Ar-Rabithah dan Eks Toko De Leew.

1. Pelabuhan Ende

Pelabuhan Ende merupakan lokasi berlabuhnya Kapal pengangkut Soekarno dan keluarga. Saat pelabuhan Ende menjadi pelabuhan yang cukup terkenal karena menjadi tempat berlabuhnya kapal-kapal dari berbagai daerah.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved