Breaking News
Selasa, 26 Mei 2026

Fransiskus Kurnia Minta Pemkab Mabar Perhatikan Petani Lembor, Ini Alasannya

Fransiskus Kurnia minta Pemkab Mabar perhatikan petani Kecamatan Lembor, ini alasannya

Tayang:
Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Sejumlah warga saat berada di persawahan Lembor, Kabupaten Mabar, Senin (3/5/2021). 

"Ini baik (proyek rehabilitasi), karena selama ini kami tanam sesuai keinginan. Tapi, kendala dari masyarakat, ini (sawah) sumber penghasilan satu-satunya, sehingga saat penutupan sangat terdampak. Apalagi setahun ini ada wabah ASF," jelasnya diamini rekan petani lainnya, Helsianus Tarsi, Senin (3/5/2021).

Stenli mengaku, untuk usaha ternak babi, ia melakukan kredit usaha rakyat (KUR) di bank. Setelah tidak memiliki penghasilan, ia pun kewalahan melunasi kredit.

Beban selanjutnya, yakni kebutuhan hidup dan biaya sekolah anak-anaknya pun harus dipenuhi.

"Saya secara pribadi utang kur untuk bayar per 6 bulan. Aman. Sekarang pegawai bank tagih, macet gara-gara babi mati. Saya total pinjaman Rp 15 juta, saya ambil 5 semester, per semester Rp 4.048.000. pembayaran semester 3 bulan Februari macet, saya hanya bayar 1 juta lebih. Sehingga saya utang lagi di luar, bunganya (pinjaman) jauh lebih tinggi. 3 bulan lagi saya harus bayar," tuturnya.

Selain itu, Stenli juga menjelaskan, terdapat sejumlah petani lainnya yang terancam gagal panen karena ketiadaan air pasca penutupan jaringan irigasi air tersebut.

"Sudah ada padi yang umur 40 hari, sementara ada yang sudah siapkan lahan. Sudah bajak, tapi khawatir tidak ada air. Di persawahan Wae Nakeng, ada 4 bidang lahan yang belum panen dan masih butuhkan air," katanya.

Diakuinya, terdapat kebijakan kepada para petani yang akan memanen padi, di mana irigasi tetap berfungsi hingga 7 Mei 2021, diadakan sistem penggolongan air dengan mekanisme 5 hari tutup dan 2 hari buka air di 3 wilayah Sub Daerah Irigasi (DI) yaitu Sub Dl Wae Kanta Raho, Sub DI Wae Sele dan Sub DI Wae Sesap.

"Kebijakan ini agar para petani yang sudah ngetam, bisa panen," jelasnya.

Sementara itu, air ditutup total untuk di 3 wilayah Sub Daerah Irigasi yaitu Sub
DI Wae Kanta tanggal 8 Mei 2021 sampai dengan selesai pengerjaan proyek.

Menurutnya, ekonomi masyarakat, khususnya para petani semakin terpuruk, sehingga ia berharap adanya perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Mabar.

Perhatian pemerintah, lanjut dia, salah satunya dengan memberikan bantuan bibit babi agar para petani dapat kembali beternak.

"jika ada babi, dampak tidak terlalu terasa, artinya ada sumber lain. Musim tanam sebelumnya juga tidak jelas. Sehingga hasil padi tidak memuaskan," katanya.

Harapan akan bantuan pemerintah, juga disampaikan petani lainnya, Fransiskus Garung (52).

Menurut petani di Kelurahan Tangge itu, bibit babi yang didapatkan masyarakat akan menjadi alternatif penghasilan, pasca tidak menjadi petani selama pengerjaan proyek rehabilitasi jaringan tersebut.

Menurutnya, penghasilan menjual babi sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup, selain dari pertanian, terlebih dirinya yang masih menyekolahkan kedua anaknya di bangku perguruan tinggi.

Sementara itu, Kepala Desa Wae Kanta, Gregorius Barbiriso mengatakan, para peternak yang terdampak ASF tidak hanya membutuhkan bibit babi dari pemerintah.

Namun, lanjut dia, para peternak juga membutuhkan pendampingan dari penyuluh peternakan terkait bagaimana mengatasi penyakit ternak babi.

"Pengalaman saat ini menurut pengetahuan dan pengalaman peternak, dan belum ada pendampingan. Sehingga ke depannya, kami juga meminta kesediaan dari dinas. Apalagi soal penyakit. Mungkin soal kasih makan kami paham sedikit, tapi penyakit yang serang penyakit kami tidak tahu," katanya.

Sementara itu, petani di persawahan Lembor, Yebri Arfidi mengatakan penutupan saluran irigasi sangat berdampak terhadap petani.

Sehingga, pihaknya berharap agar pemerintah daerah serius untuk mencari solusi bagi masyarakat.

"Harapannya solusi seperti apa, apalagi masyarakat ini kan banyak tanggungan, jadi kami lebih kepada solusi yang jelas itu seperti apa," kata warga di Kelurahan Tangge ini. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Berita Manggarai Barat

Sumber: Pos Kupang
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved