Fransiskus Kurnia Minta Pemkab Mabar Perhatikan Petani Lembor, Ini Alasannya
Fransiskus Kurnia minta Pemkab Mabar perhatikan petani Kecamatan Lembor, ini alasannya
Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
Fransiskus Kurnia minta Pemkab Mabar perhatikan petani Kecamatan Lembor, ini alasannya
POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat ( Pemkab Mabar) diminta untuk memperhatikan sejumlah petani di Kecamatan Lembor, Sabtu (8/5/2021).
Hal tersebut menyusul pengerjaan rehabilitasi jaringan Permukaan Kewenangan Pusat Daerah Irigasi (DI) Lembor di Kabupaten Manggarai Barat.
Selanjutnya, para petani tidak dapat menggarap lahan sawah dalam 1 musim tanam karena tidak teraliri air sejak Minggu (9/5/2021) hingga selesainya pengerjaan proyek.
Baca juga: Renungan Harian Katolik, Minggu, 9 Mei 2021: Panggilanku adalah Cinta!
Baca juga: Petani di Lembor Kabupaten Mabar Resah Tak Bisa Bertani
Para petani merasa juga resah, karena hasil pertanian sebelumnya di musim tanam kedua pada pertengahan tahun 2021 ini tidak optimal.
"Dampak sekali, ekonomi masyarakat lumpuh total, sedangkan hasil panen kali lalu tidak mencukupi petani, hasil turun karena kelangkaan pupuk urea dan NPK saat mulai tanam. Sehingga, penutupan air ini berdampak. cukup kami korban musim tanam 1 kalau sampai kedua maka kami mau ke mana," kata Ketua Kelompok Tani (Poktan) Harapan Bersama Desa Siru, Fransiskus Kurnia.
Fransiskus Kurnia yang juga Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Pong Luju menjelaskan, proyek tersebut sangat dibutuhkan petani, namun pemerintah daerah pun harus memikirkan dampak petani yang tidak dapat bekerja.
Menurutnya, para petani yang tergabung dalam kelompok tani miliknya akan semakin terpuruk karena tidak ada sumber penghasilan.
Baca juga: Tak Ada Alat Berat, Rumah Korban Bencana di Desa Sagu Adonara Belum Diperbaiki
Baca juga: Warga Golo Langkok, Manggarai Swadaya Perbaiki Jalan
"Kami langsung berhadapan dengan petani, hasil kurang, belum petani hadapi sistem ijon, ada yang kredit juga, cengkeh dan kopi tidak ada," tandasnya.
Menurutnya, masyarakat petani sebelumnya bisa 'bernapas' karena beternak babi dan menjadi sumber penghasilan utama lainnya.
Namun pandemi ASF yang mewabah dan mengakibatkan babi mengalami kematian secara massal, membuat asa warga untuk hidup lebih baik 'hancur).
Sehingga, ia juga berharap agar pemerintah meminta kepada pihak pelaksana proyek untuk menyelesaikan proyek pada Desember 2021 mendatang.
"Pemda Manggarai Barat harus dorong agar kerja proyek cepat, sehingga musim tanam 1 tahun 2021 bisa mulai tanam. Pemerintah dorong proyek selesai kerja lebih cepat," katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Poktan Dewi Sri, Benediktus Baga mengatakan, penutupan jaringan irigasi berdampak terhadap sebanyak 56 petani yang memiliki total keseluruhan lahan seluas 20 hektare.
Menurutnya, keadaan tersebut juga akan berdampak terhadap petani lainnya di Kecamatan Lembor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fransiskus-kurnia-minta-pemkab-mabar-perhatikan-petani-lembor-ini-alasannya.jpg)