Fransiskus Kurnia Minta Pemkab Mabar Perhatikan Petani Lembor, Ini Alasannya
Fransiskus Kurnia minta Pemkab Mabar perhatikan petani Kecamatan Lembor, ini alasannya
Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
"Kalau satu sampai 2 bulan setelah panen terakhir bisa bertahan, atau tiga bulan dari waktu panen. Kalau Mei panen, paling stok beras hingga Agustus," ujarnya.
Pihaknya mendapatkan informasi terkait pembangunan tersebut dari Pemerintah Kecamatan Lembor pada Februari 2021 lalu, dan hanya pasrah dan menerima keadaan tersebut.
Namun demikian, pihaknya berharap agar adanya perhatian pemerintah daerah bagi para petani. Terlebih banyak petani yang memiliki kredit di bank.
"Rata-rata untuk kami, kami ambil KUR (Kredit Usaha Rakyat) di bank dan rata-rata pembayaran 6 bulan. Ada yang juga bayar bulan ini, karena setiap pengajuan kredit tidak serentak.
Pihaknya berharap, pemerintah dapat meminta pelaksana proyek untuk mempercepat proyek tersebut.
"Karena 3 bulan kami bertahan, proyek ini cepat selesai atau dalam target Agustus 2021 ini," katanya diamini petani lainnya, Kanisius Taur (41).
Selain itu, pihaknya juga berharap pemerintah dapat memberikan bantuan bibit beberapa komoditas yang dapat digunakan di ladang milik petani.
Banyak Warga Pilih Merantau
Dampak tidak dapat melakukan aktivitas pertanian selama 1 musim tanam mengakibatkan banyak warga di Desa Wae Bangka memilih untuk merantau.
Hal tersebut dilakukan demi mendapatkan penghasilan, sebab pertanian dirasa tidak lagi efektif meningkatkan kesejahteraan, apalagi masyarakat berhenti bekerja karena penutupan saluran irigasi.
Seorang warga Desa Wae Kanta, Odilia Ira mengaku, pada April 2021 lalu, suami dan sejumlah warga desa lainnya telah merantau ke Kalimantan untuk bekerja di salah satu perkebunan kelapa sawit.
"Di sini saja penghasilan tidak cukup," katanya diamini sejumlah warga desa lainnya.
Sejumlah warga Desa Wae Kanta yang diwawancarai pun mengatakan hal serupa, bahkan jumlah warga yang akan merantau akan terus bertambah.
"Harapannya proyek dipercepat, kalau bisa di bulan Juli ini," kata Hendrikus Syukur (47).
Banyak warga yang merantau dibenarkan Kades Wae Kanta, Gregorius Barbiriso.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fransiskus-kurnia-minta-pemkab-mabar-perhatikan-petani-lembor-ini-alasannya.jpg)