Flores Timur Terkini
Pegiat Literasi NTT Thomas Sogen Kembali Sambangi Sekolah di Solor
Ia memuji manajemen SMPN Satap Nusadani yang sudah memiliki majalah dinding di tiap kelas yang dikelola oleh masing-masing wali kelas.
POS-KUPANG.COM, SOLOR – Pegiat literasi NTT, Thomas A. Sogen kembali menyambangi sekolah di Pulau Solor Kabupaten Flores Timur untuk berbagi dalam hal menulis dan memotivasi warga sekolah untuk terus bergiat dalam literasi.
Pada hari Sabtu 23 Mei 2026, giliran SMP Negeri Satap Nusadani, di Kecamatan Solor Barat.
Di sekolah tersebut, mantan Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Wilayah NTT itu disambut hangat oleh kepala sekolah, Yeremias Petala, S.Pd, dan guru-guru yang hadir.
Sementara para peserta didik kelas VII dan VIII sudah menunggu di aula sekolah, tempat pertemuan yang sudah direncanakan pihak sekolah.
Pertemuan diawali pengantar oleh kepala sekolah sekaligus membuka kegiatan dengan resmi.
Ia berharap semua warga sekolah baik para guru dan tenaga kependidikan serta para siswa memanfaatkan momen ini dengan menggali sebanyak-banyaknya informasi seputar dunia literasi terutama menulis dari tokoh literasi yang juga penulis NTT ini.
“Manfaatkan momen langka ini untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya informasi tentang literasi melalui ajang sharing dan diskusi nanti, terutama mengenai dunia tulis menulis yang selama ini dianggap sebagai momok besar termasuk bagi para bapak dan ibu guru,” kata Yermi Petala.
Baca juga: Opini: Ensiklik Magnifica Humanitas- Cara Paus Leo Melawan Kebangkitan Menara Babel
Thomas Sogen pada kesempatan itu menekankan pentingnya literasi bagi kehidupan semua insan manusia terutama di dunia pendidikan, bahkan sudah saatnya dijadikan sebagai sebuah kebutuhan setelah kebutuhan primer.
“Literasi sudah saatnya dijadikan kebutuhan prioritas bagi semua insan yang bergerak di dunia pendidikan karena manfaatnya yang begitu besar dalam ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata mantan pengawas SMP Kabupaten Kupang ini.
Ia kemudian menampilkan hasil survei tentang kemampuan literasi dari sebuah lembaga independen beberapa waktu lalu yang menempatkan NTT di peringkat kedua terbawah.
Hal ini, menurutnya, memang sangat memalukan, karena NTT memiliki sebuah program bernama Genta Belis – Gerakan Cinta NTT Membaca NTT Menulis.
Ketika ditanya kepada peserta yang hadir ternyata tak banyak yang tahu tentang program Pemerintah Provinsi NTT yang dimotori oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini.
Penulis buku “Anak Kampung ke UGM” ini memaklumi karena bidang pendidikan prasekolah dan pendidikan dasar tidak berada di bawah dinas provinsi namun di bawah Pemkab/Pemkot masing-masing sehingga Program Genta Belis tidak membumi ke lini ini.
“Ya, program ini rupanya tidak sampai ke semua lini bidang pendidikan; karena Dinas Provinsi NTT hanya membawahi SMA/SMK dan bukan pendidikan prasekolah dan dasar yang diurus oleh Pemkab/Pemkot masing-masing”, ujar Thomas Sogen memberi isyarat maklum.
Menyinggung tentang aktivitas menulis sebagai bagian dari literasi di kalangan para guru dan siswa, putra desa Karawatung Solor Barat ini menyitir manfaatnya yang tidak sekadar untuk sesaat atau jangka pendek.
Thomas A. Sogen
pegiat literasi
SMP Negeri Satap Nusadani
Kecamatan Solor Barat
Kabupaten Flores Timur
| Pemerintah Desa Narasaosina & Tokoh Adat Kembali Serahkan Puluhan Senpira kepada Polres Flores Timur |
|
|---|
| Warga Waiburak Adonara Serahkan 52 Senjata Rakitan ke Polres Flores Timur |
|
|---|
| Dansat Brimob Polda NTT Kunjungi Anggota yang Berjaga di Lokasi Konflik Adonara Flores Timur |
|
|---|
| Pria Asal Bangladesh Dievakuasi Brimob Polda NTT Pasca Konflik Adonara |
|
|---|
| Polisi Imbau Warga Dua Desa di Adonara Serahkan Senjata Rakitan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Buku-Thomas-Sogen.jpg)