Breaking News:

Ahli Waris Korban Bencana Lembata Terima Santunan

Sebanyak 11 ahli waris dari total 22 korban banjir bandang dan tanah longsor terima santunan dari Kementerian Sosial RI

Ahli Waris Korban Bencana Lembata Terima Santunan
Foto Prokopim Setda Lembata
Sebanyak 11 ahli waris dari total 22 korban banjir bandang dan tanah longsor terima santunan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Penyerahan santunan sebesar 15 juta untuk masing-masing korban berlangsung di Aula Kantor Bupati Lembata, Rabu, (5/5/202).

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA-Sebanyak 11 ahli waris dari total 22 korban banjir bandang dan tanah longsor terima santunan dari Kementerian Sosial RI.

Penyerahan santunan sebesar 15 juta untuk masing-masing korban berlangsung di Aula Kantor Bupati Lembata, Rabu, (5/05/202).

Sebelumnya Menteri Sosial RI Tri Rismaharini menyerahkan santunan secara simbolis dana santunan kepada 48 orang yang meninggal dunia melalui ahli waris mereka masing-masing.

Penyerahan dilakukan secara langsung oleh M. Safil Nasution selaku Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial Republik Indonesia mewakili Menteri Sosial Republik Indonesia dan disaksikan Asisten II Setda Kabupaten Lembata Drs Aloisius Buto, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lembata Ambrosius Lein dan sejumlah pejabat di lingkup Pemda Lembata.

Baca juga: Bupati Yohanis Meninjau Kondisi Ruas Jalan Waikabubak-Waibangga, Sumba Barat

Baca juga: Keliling Satu Lap Sirkuit Mandalika, Sandiaga: Bangkitkan Ekonomi Indonesia Lewat Balap Kelas Dunia

Kepada para ahli waris, Safil Nasution mengatakan, santunan ini bukan pengganti bapak, mama atau adik yang telah meninggal tetapi untuk membantu meringankan duka yang ada. Jangan melihat nominalnya, ini adalah bentuk perhatian pemerintah.

"Menteri Sosial Ibu Risma mengharapkan agar dengan bantuan ini, semua bisa bangkit seperti semula. Karena itu pergunakan sesuai peruntukannya," tegas Safil Nasution.

Mewakili Bupati Lembata, Asisten II Setda Lembata Aloisius Buto pada kesempatan itu mengharapkan agar para ahli waris bisa memanfaatkan santunan dari Pemerintah Pusat sesuai kebutuhan. Harapannya semoga santunan ini tepat sasaran, tepat orang dan tidak menimbulkan klaim dikemudian.

Baca juga: Najwa Shihab Tergolek Lemas & Tak Boleh Dibesuk, Penyakit Ini Yang Diderita, Raffi Ahmad Kirim Doa

Baca juga: Menteri PPPA Kunjungi Desa Pukdale: Support Perempuan-Anak Korban Bencana

Yohanes Notan Lama Manuk, salah seorang ahli waris korban, berjanji untuk memanfaatkan santunan untuk menyelesaikan kuliahnya. Mahasiswa semester akhir Fisipol Universitas Muhamadiyah Kupang yang kehilangan 3 orang keluarga yakni ayahnya Benediktus Bala Manuk, ibu Yuliana Ebong dan adiknya yang berusia 18 tahun atas nama Ana Maria Ena, mengaku sangat terharu mendapat bantuan pemerintah.

"Saya sedih karena kehilangan orang orang yang tercinta. Saya putus asa karena selama ini biaya kuliah saya dari orang tua. Tapi, apa yang mau dikata lagi. Beruntung pemerintah memberi perhatian melalui santunan," ucapnya.

Kementerian Sosial juga bakal memberikan donasi bagi korban banjir dan tanah longsor yang hilang dan belum ditemukan. Untuk itu Dinas Sosial dan P2KB Lembata diharapkan secepatnya mengurus sertifikat kematian bagi korban yang hilang dan belum ditemukan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Berita Kabupaten Lembata

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved