Breaking News:

Salam Pos Kupang

Karyawan-Perusahaan Saling Support

PEMBUKAAN Posko THR ( Tunjangan Hari Raya) oleh Pemerintah Provinsi NTT sebagai bentuk perhatian kepada para tenaga kerja

Karyawan-Perusahaan Saling Support
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - PEMBUKAAN Posko THR ( Tunjangan Hari Raya) oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) sebagai bentuk perhatian kepada para tenaga kerja di daerah ini.

Posko itu sebagai tempat para karyawan melakukan pengaduan jika hak-haknya tidak atau belum diperhatikan oleh perusahaan tempat ia bekerja.

Pembukaan Posko itu bukan tanpa alasan. Undang-undang (UU) tentang Cipta Tenaga Kerja telah mengamatkan demikian. Posko ini juga akan menjadi tempat para buruh melakukan konsutasi kepada pemerintah jika mengalami kendala atau belum tahu tentang hak-haknya.

Karena itu karyawan perlu memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Ada pesan eksplisit pembukaan Posko pengaduan ini. Pertama, agar perusahaan-perusahaan dapat memahami bahwa saat ini pemerintah dan serikat pekerja meneropong dari dekat sejauhmana hak-hak karyawan itu diberikan. Dengan kata lain, karyawan sekarang tak boleh ditipu-tipu lagi.

Baca juga: Pengungsi Afghanistan di Kupang Minta UNHCR, Pemda NTT, Selamatkan Mereka

Baca juga: Raih Sertifikat, Pemerintah Kota Kupang Komitmen Jaga Eliminasi Malaria

Kedua, sebaliknya perusahaan akan lebih leluasa dan terbuka memberikan keterangan atau jika boleh mendatangi Posko itu untuk melakukan konsultasi jika ia mengalami kendala tertentu. Misalnya, ketika hak-hak karyawan tak bisa dipenuhi karena terpaan pandemi Covid-19. Pendapatan menjadi turun karena daya beli atau daya belanja turun.

Di sini menjadi titik temu kedua belah pihak sehingga tak terkesan tidak saling mengkambing hitam. Pemerintah sebagai "orang tengah" dapat mencari solusi atau jalan terbaik. Berdasarkan Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 menyebutkan bahwa pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja satu bulan berhak mendapat THR keagamaan dari perusahaan.

Pekerja yang memiliki masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih maka mendapat THR sebesar satu bulan upah. Kapan pemberian THR itu? UU juga menyebutkan minimal tujuh hari sebelum perayaan hari keagamaan itu.

Baca juga: Senter Pegawai KPK Dipecat Tak Lulus TWK, ICW Curiga, Begini Respon Novel Baswedan dan Firli Bahuri

Baca juga: Rumah Bagi Korban Bencana di Waesesa Lembata Direncanakan Tuntas Bulan Agustus

Dengan demikian jelas. Kepada siapa THR itu diberikan, berapa besar nilainya dan kapan diberikan. Pada titik ini rasanya sudah cukup jelas. Jika perusahaan mengalami kesulitan dalam aspek keuangan, maka pemerintah maupun serikat buruh menyatakan dapat didiskusikan dengan transparan bersama para karyawan.

Bisa jadi dilakukan dengan menyicil hingga hari raya tiba. Rasanya setiap perusahaan telah memahami aturan ini. Juga telah melakukan perencanaan. Jika planning ada maka pasti dilakukan.

Dalam situasi resesi ekonomi seperti saat ini, saling memahami dan saling mendukung sebagai kata kunci pada perusahaan itu. Karyawan tak boleh semata menuntut. Sebaliknya, bekerja keras, mengubah pola bekerja karena pandemi ini.

Secara fakta, masih banyak karyawan yang belum mengubah minsednya. Karyawan selalu menuntut tanpa mengubah pola atau sikap kerja. Kondisi ini akan menjadikan perusahaan tambah lemah dari sisi pendapatan.

Bagaimana laba dapat diperoleh jika teamwork itu tak kompak. Seharusnya yang namanya teamwork itu saling memberi kekuatan untuk mengejar atau meraih target yang telah ditetapkan bersama.

Tetapi jika perusahaan itu telah meraih keuntungan atau keuntungan itu pas-pasan bahkan tak untung sekalipun, maka perlu kejujuran sehingga tidak menimbulkan banyak "keributan."

Kerapkali perusahaan "menipu" karyawan bahwa pendapatan turun sehingga THR yang diberikan tak sesuai dengan harapan. Kita berharap pada hari raya keagamaan ini tak terjadi persoalan antara pengusaha dan karyawan. Jika ada silang pendapat, maka dapat diselesaikan dengan baik. *

Kumpulan Salam Pos Kupang

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved