Breaking News:

Raih Sertifikat, Pemerintah Kota Kupang Komitmen Jaga Eliminasi Malaria

Pihak Pemerintah Kota Kupang berkomitmen mempertahankan raihan sertifikat yang telah mengeliminasi penyakit malaria

POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pihak Pemerintah Kota Kupang berkomitmen mempertahankan raihan sertifikat yang telah mengeliminasi penyakit malaria.

Pemkot Kupang mendapat penghargaan tersebut usai berjuang selama lima tahun lamanya untuk keluar dari serangan penyakit ini.

Prestasi ini berdasarkan perhitungan angka kesakitan malaria harus dibawah 1 persen dan bukan disebabkan oleh transmisi lokal melalui penyeledikan epidomologi dengan pemeriksaan yang lebih detail ke laboratorium.

"Dapat eliminasi ini tidak gampang, indikator penilaian ini sampai tiga tahun tapi kami berproses lima tahun," sebut Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Senter Pegawai KPK Dipecat Tak Lulus TWK, ICW Curiga, Begini Respon Novel Baswedan dan Firli Bahuri

Baca juga: Ini Yang Diambil Pemkab Manggarai Untuk Menekan Penyebaran Covid-19 di Hari Raya Idul Fitri

Selain itu, penyediaan obat pencegahan penyakit malaria di fasilitas kesehatan (faskes) juga menjadi hal yang sangat penting sebagai upaya pencegahan paling pertama dalam menangani kasus ini.

Sri juga mengungkapkan sistem pelaporan kasus malaria saat ini telah menggunakan jaringan online, sehingga apabila adanya kasus baru di wilayah setempat, akan langsung diketahui oleh kementrian kesehatan atau bagian yang menangani kasus ini.

Dia menjelaskan, pasien atau orang yang telah terindikasi mengidap penyakit malaria akan diidentifikasi melalui riwayat penyakit dan perjalanan agar dapat diketahui pasti orang tersebut positif tertular malaria atau tidak.

"Sekarang memang kita agak berat mempertahankan eliminasi ini dan tiap satu kasus harus dilakukan penyelidikan epidomologi untuk mengetahui penyakit ini bukan berasal dari kuman yang ada di kota Kupang," tandas Sri.

Baca juga: Rumah Bagi Korban Bencana di Waesesa Lembata Direncanakan Tuntas Bulan Agustus

Baca juga: Jelang Hari Raya Idul Fitri, Tokoh Agama Islam Kota Kupang Silaturahmi ke Polda NTT

Penilaian, menurutnya, telah dilakukan sejak tahun 2019 lalu dan selanjutnya tim akan mempresentasikan hasil tersebut dan akan dilanjutkan kembali dengan pengkajian dan penentuan eliminasi.

Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama menjaga capaian luar biasa ini yang dilalui dengan perjuangan yang sangat panjang.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved