Breaking News:

Sifon Dalam Budaya TTS: Ritual Menyembuhkan Luka Sunatan

Sunat tradisional di Kabupaten TTS merupakan salah satu tradisi yang diwariskan secara turun temurun

POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
LOKASI SUNAT - Kolam pemandian pada kali di Desa Fatukoto, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan menjadi tempat dilaksanakan sunat tradisional. 

POS-KUPANG.COM - Sunat tradisional di Kabupaten Timor Tengah Selatan ( Kabupaten TTS) merupakan salah satu tradisi yang diwariskan secara turun temurun hingga saat ini. Sunat dilakukan oleh seorang dukun.

Untuk melakukan sunat, seorang dukun harus mendapat wangsit atau amanah dari pendahulunya. Jika tidak, warga biasa tidak akan berani melakukannya.

Salah satu dukun sunat tradisional di Desa Fatukoto, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS, Yermias Banfatin mengatakan, untuk memulai proses sunat ini terlebih dahulu diawali dengan doa.

"Sebelum sunat berdoa dulu baru mulai. Taruh tanah di kepala dan berdoa kepada Tuhan supaya tidak ada hambatan," ujar Yermias dalam bahasa TTS yang kemudian diterjemahkan Samuel D Sunbau, staf Puskesmas Kapan. Yermias ditemui di Desa Fatukoto, Senin (25/4/2021) lalu.

Baca juga: Luna Maya: Rumah Mewah

Baca juga: Mikha Tambayong ke Korea Dikenalin dengan Idol K-Pop, Bakal Main Film Bareng Taeyang BIGBANG

Pasien yang akan melakukan sunat, kata Yermias, biasanya datang bersama teman sehingga sebelum memulai, semua yang hadir berdoa terlebih dahulu.

Setelah berdoa, pasien diarahkan ke kali kecil di bagian belakang rumah sang dukun. Kali tersebut tersembunyi, dan tidak ada orang yang melewatinya sehingga cukup aman. Di lokasi itu, proses sunat dilakukan.

Untuk mencapai rumah sang dukun, harus melewati sebuah kali kecil di bagian depan. Sementara kali untuk melakukan proses sunat berada di bagian belakang dan letaknya tidak begitu jauh.

Sebelum dimulai, sang pasien diminta untuk berendam di air pada kali kecil yang membentuk kolam. Setelah dirasa cukup dan kulit sudah mengerut, pasien diarahkan ke luar kolam dan duduk di atas batu yang ada di kali dan proses sunatpun dimulai.

Baca juga: Mutiara Ramadan: 6 Adab untuk Sempurnakan Puasamu Menurut Imam Al Ghazali

Baca juga: Warga Tambal Jalan Pakai Semen

Alat yang dipakai adalah dua buah ranting bambu untuk menjepit ujung kulit lalu ditarik kemudian dipotong menggunakan silet. Kulit yang diambil kemudian ditancapkan bersama bambu yang digunakan pada pohon ara di pinggir kali tersebut.

"Kulit dengan bambu itu kita taruh di sini karena kita menghargai bagian tubuh dari mereka yang sunat," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved