Breaking News:

Anggota DPRD NTT Ana Waha Kolin Salurkan Alat Rapid Test dan Kunjungi Korban Bencana di Lembata

Anggota DPRD NTT Ana Waha Kolin datang ke Lembata dan memberikan sebanyak 5000 alat rapid test antigen kepada Pemda Lembata

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Anggota DPRD Provinsi NTT Ana Waha Kolin datang ke Lembata dan memberikan sebanyak 5000 alat rapid test antigen kepada Pemda Lembata, Jumat (30/4/2021). 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA-Anggota DPRD NTT Ana Waha Kolin datang ke Lembata dan memberikan sebanyak 5000 alat rapid test antigen kepada Pemda Lembata, Jumat (30/4/2021).

Penyerahan alat rapid test tersebut diserahkan langsung Ana Waha Kolin kepada Sekda Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali di Posko Utama Kantor Bupati Lembata.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menerangkan ribuan alat rapid test tersebut berasal dari dana APBD 1 Provinsi NTT yang diperjuangkan oleh para wakil rakyat yang duduk di Komisi V DPRD Provinsi NTT.

Kepada wartawan, Ana menyampaikan alasan disalurkannya alat rapid test antigen tersebut.

Baca juga: Bupati Flotim Kurangi Jam Kerja Tenaga Kontrak, Begini Besaran Pemotongan Gaji

Baca juga: Masih Ingat Kasus Pemboman Ikan di Area TNK? Ini Perkembangan Penyidikannya

"Tidak mungkin orang tidak tertular corona karena adanya kerumunan, kita memang tidak harapkan begitu tapi kita harus bisa mengaturnya supaya tidak terjadi," ujarnya.

Alat rapid test antigen itu bisa digunakan untuk para pengungsi dalam rangka mencegah penularan pandemi Covid-19 di tengah situasi bencana alam seperti ini.

"Pemerintah hadir dan bertanggungjawab dalam situasi seperti ini," pesannya.

Dari posko utama, Ana Waha Kolin meninjau langsung para pengungsi bencana banjir dan longsor yang berada di Kantor Lurah Lewoleba Tengah dan SMPK Santo Pius Lewoleba.

Polres Mabar Olah TKP Kasus Kebakaran Toko Penjualan Mesin dan Suku Cadang Kapal di Labuan Bajo

Baca juga: Pelaku Pencurian Uang dan Handphone di Manggarai Ditangkap, Irwan Minta Hukum Seberat-Beratnya

Dia juga tampak langsung berdialog dengan Lurah Lewoleba Tengah Fransiska Tuto soal kondisi dan kebutuhan para pengungsi yang berasal dari desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur tersebut.

Menurut Ana, para pengungsi memang harus banyak disibukan dengan pelbagai aktivitas harian supaya tidak merasa bosan dan jenuh. Hal itu dia temukan saat mendengar penjelasan dari Fransiska Tuto yang menyebut kalau para pengungsi masih pergi menyuluh ikan dan berkebun.

Menurut dia, aktivitas-aktivitas harian itu juga bagian dari cara menyembuhkan mental dan psikis korban bencana.

Dia berharap semua penderitaan ini segera berakhir dan semua penyintas bisa kembali hidup normal lagi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Berita Kabupaten Lembata

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved