Breaking News:

Kapolres Malaka Ingatkan Oknum Pengusaha yang Naikan Harga Barang

Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno, S.H mewanti-wanti oknum pengusaha nakal yang mencoba menaikkan harga barang

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno ketika turun ke SPBU bersama anggota mengatur antrean warga mengisi BBM di SPBU Laran, Desa Wehali belum lama ini. 

POS-KUPANG.COM | BETUN---Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno, S.H mewanti-wanti oknum pengusaha nakal yang mencoba menaikkan harga barang.

Apabila ada laporan dari warga bahwa oknum pengusaha menaikan harga barang berupa sembako dan bahan bangunan, maka jajaran Polres Malaka tak segan-segan mengambil tindakan.

Kapolres Malaka, Albert Neno menyampaikan hal ini kepada Wartawan di ruang kerjanya, Senin (26/4/2021).

Dikatakan Albert, berkenaan dengan bencana alam banjir bandang badai Seroja, sebagian besar warga mengalami dampak yang sangat besar. Sembilan bahan pokok (sembako) tak mampu lagi dibeli warga karena harta benda juga lahan pertanian disapu banjir.

Baca juga: Anggota DPRD Pukul Lurah Naikoten I, Puluhan Lurah Duduki Kantor DPRD Kota Kupang

Baca juga: Heboh, Penggemar Ikatan Cinta Serang Akun Instagram Istri Arya Saloka, Ada Apa?

Belum lagi, lanjut Albert, rumah warga dihantam banjir setinggi dada orang dewasa sehingga banyak yang rusak. Ditengah kesulitan yang dihadapi warga ini, kata Albert, siapapun terutama pengusaha sembako maupun bahan bangunan tidak boleh menaikkan harga.

"Kita akan tangkap oknum pedagang atau prngusaha yang nakal mencari kesempatan dalam kesempitan dengan menaikan harga apakah itu sembako, bahan bangunan ataupun bahan bakar minyak (BBM)," tegas Albert.

Menurut Albert, disaat masyarakat sedang tertimpa bencana, hendaknya para pedagang dan pengusaha harusnya ikut membantu dan merasakan penderitaan yang dialami sesama saudara.

Baca juga: Susu Tante Kanan Peduli Korban Bencana Lembata: Linus Pangkas Rambut Gratis Pengungsi

Baca juga: Amanda Manopo: Beautiful Women

Bukannya menekan kembali warga dengan menaikkan harga seenaknya. Harga-harga harus tetap disesuaikan dengan apa yang sudah ditetapkan pemerintah.

"Saudara kita yang sedang mendapat kemalangan harus dibantu bukannya mencari keuntungan diatas penderitaan orang yang sedang tetimpa bencana banjir," pungkasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Berita Kabupaten Malaka

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved