Breaking News:

Isu Tsunami Hebohkan Warga Lembata, Kepala Stasiun Meteorologi Kupang : Tidak Ada Tsunami

Isu Tsunami Hebohkan Warga Lembata, Kepala Stasiun Meteorologi Kupang : Tidak Ada Tsunami

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi, S.Si (kanan) di Posko Tanggap Darurat Bencana Siklon Seroja NTT 

Isu Tsunami Hebohkan Warga Lembata, Kepala Stasiun Meteorologi Kupang : Tidak Ada Tsunami

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Isu tsunami menghebohkan warga Lewoleba, ibukota Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur ( NTT) pada Jumat (16/4/2021) malam. Akibat kabar itu, warga di wilayah tersebut panik dan berusaha menyelamatkan diri ke wilayah wilayah yang berada di ketinggian.

Kabar Tsunami atau air laut naik - dalam istilah masyarakat setempat, beredar dengan cepat di masyarakat sekira pukul 23.30 Wita. Kabar yang tak jelas sumbernya itu dengan cepat menyebar menit pasca dentuman dan gemuruh dari Gunung Ile Lewotolok pada pukul 23.00 Wita.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi, S.Si yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM membantah hal itu. "Tidak, tidak ada itu tsunami," ujar Agung Sudiono Abadi Sabtu, 17 April 2021.

Baca juga: Sebelum Ada Isu Tsunami di Kota Lewoleba, Terdengar Dentuman Keras Gunung Ile Lewotolok

Baca juga: Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Hingga 5 Mei 2021 Mendatang

Agung mengatakan, berdasarkan prakiraan, tidak ada kenaikan air laut atau tsunami di wilayah NTT.

Hal yang harus diwaspadai masyarakat, kata Agung, adalah kenaikan suhu udara pada siang hari. Dalam dua hari terakhir, suhu udara siang hari bisa mencapai 34 C.

"Yang kita takutkan itu masa pancaroba, ada anginnya. Jadi masyarakat diminta waspada terhadap perubahan suhu," kata dia.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga telah menegaskan bahwa kenaikan muka air laut di Lembata merupakan hal wajar dan bukan merupakan tsunami.

Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dari hasil monitoring ditemukan tidak ada kenaikan muka air laut yang signifikan di Lembata. .

Baca juga: Peduli Korban Bencana Malaka, Fosmab Kupang Salurkan 43 Paket Bantuan

Baca juga: Kopdit Obor Mas Peduli Bencana Adonara dan Lembata, Kades Pius Sampaikan Terima Kasih

"Berdasarkan data monitoring muka air laut, itu tidak ada kenaikan signifikan yang mengindikasikan tsunami. Jadi kenaikan itu, ya kenaikan air laut maksudnya gelombang itu wajar," kata Dwikorita dilansir Detik, Sabtu (17/4). (Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Berita Kabupaten Lembata

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved