Breaking News:

Sebelum Ada Isu Tsunami di Kota Lewoleba, Terdengar Dentuman Keras Gunung Ile Lewotolok

Sebelum Ada Isu Tsunami di Kota Lewoleba, Terdengar Dentuman Keras Gunung Ile Lewotolok

POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Tampak sekelompok anak muda sedang memperhatikan erupsi Gunung Ile Lewotolok dari kejauhan yang terjadi Sabtu (16/4/2021) pagi. 

Sebelum Ada Isu Tsunami di Kota Lewoleba, Terdengar Dentuman Keras Gunung Ile Lewotolok

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA-  Sebelum beredar informasi hoax tentang air laut naik, warga Kota Lewoleba memang sempat dikejutkan dengan bunyi dentuman yang cukup kuat sekitar pukul 23.17 Wita.

Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PPGA) Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, melaporkan telah terjadi erupsi strombolian Gunung Ile Lewotolok sekitar pukul 23.17 Wita.

Erupsi strombolian ini disertai dentuman, gemuruh yang kuat dan lontaran material pijar ke arah timur tenggara sejauh 1 kilometer dengan amplitudo 29 mm dan lama durasi 35 detik.

Baca juga: Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Hingga 5 Mei 2021 Mendatang

Baca juga: Peduli Korban Bencana Malaka, Fosmab Kupang Salurkan 43 Paket Bantuan

"Getarannya memang terasa sampai di Kota Lewoleba," ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (17/4/2021).

Menurutnya, kejadian dentuman yang kuat semalam berasal dari aktivitas gunung Ile Lewotolok dan bukan karena gempa tektonik lokal apalagi sampai menimbulkan tsunami.
"Soal tsunami itu tidak benar, tidak ada (tsunami)," ungkapnya.

Dia berharap warga dan instansi terkait bisa selalu mengikuti perkembangan status dan rekomendasi aktivitas gunung Ile Lewotolok melalui aplikasi Magma.com yang bisa diunduh di Playstore.

"Masyarakat sebaiknya harus berperan aktif dan lebih mencari informasi ke pihak berwenang, misalnya ke BMKG atau ke PPGA Ile Lewotolok yang ada di Waipukang," pesannya.

Aktivitas erupsi gunung Ile Lewotolok meningkat dua hari terakhir, 15-16 April 2021. Peningkatan tren erupsi dengan tinggi kolom abu di atas 1000 meter dari puncak gunung ini perlu diwaspadai.

Baca juga: BMKG Minta Warga Tetap Tenang dan Tidak Terpancing Informasi Tidak Benar

Baca juga: Kopdit Obor Mas Peduli Bencana Adonara dan Lembata, Kades Pius Sampaikan Terima Kasih

Sebelumnya, Stanislaus Ara Kian melaporkan seismograf sistem radio pancar yang memantau kegiatan kegempaan selama dua hari terakhir merekam gempa.

Halaman
123
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved