Senin, 20 April 2026

Garam  Yodium Terbaik  Diproduksi Kopdit Pintu Air Rotat Kabupaten Sikka

Kecamatan Talibura diklaim  sebagai garam yodium terbaik  yang memenuhi 109  kriteria oleh Standar  Nasional Indonesia (SNI) standar ISO 9001. 

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A
Wakil  Bupati  Sikka, Romanus  Woga  (kemeja putih)  dan  Ketua  KSP Kopdit Pintu Air,  Yakobud Jano, Jumat  9 April 2021 siang meluncurkan produk usaha  riil  garam  yodium Cap  Pintu Air. 

Garam  Yodium Terbaik  Diproduksi Kopdit Pintu Air Rotat Kabupaten Sikka

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Sukses membangun  usaha riil  minyak kelapa, pengurus KSP Kopdit Pintu  Air  Rotat di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita,  Kabupaten Sikka,  Pulau Flores,  Propinsi Nusa  Tenggara  Timur  (NTT) kembali meluncurkan produk garam yodium Cap Pintu Air.

Garam  dikeluarkan dari rumah produksi PT.Garam Pintar Asia di  Dusun Likong Gete, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura diklaim  sebagai garam yodium terbaik  yang memenuhi 109  kriteria oleh Standar  Nasional Indonesia (SNI) standar ISO 9001. 

“Keunggulan garam  yodium ini,  karena sumber  bahan baku  berasal dari air laut yang sangat bersih belum  terkontaminasi.  Proses pematangan air laut menggunakan  geomembram,sehingga tidak  kontak langsung dengan  tanah,” kata  Manajer PT.Garam  Pintar Asia, Ivan Parera, dalam  peluncuran garam yodium, Jumat  9 April 2021) siang  di  Kantor Pusat  KSP Kopdit Pintu Air  Rotat, 13 Km arah  barat  Kota Maumere.

Ivan  Parera, menjelaskan garam yodium diproduksinya sudah lolos uji mutu pada laboratoroum Kementrian   Perindustrian  RI dengan  hasilnya 95,8 persen melebihi standar yang ditetapkan.

Baca juga: Pelajar Ini Tewas di Dusun Hepang Kabupaten Sikka, Ini Penyebabnya

Baca juga: 56 KK di Kota Uneng Kabupaten Sikka Terkena Badai Rob, Polsek Alok Pimpin Warga Kerja Bakti

Selain juga lolos uji  Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan  (BPOM)  dan  mendapat sertifikat  halal.  

Dikatakan  Ivan Parera, rumah produksinya  hanya  mampu memenuhi  kebutuhan  garam  delapan ton sebulan. Sementara  kebutuhan  garam  di Kabupaten  Sikka  sebanyak  23  ton/bulan dari  320 ribu jiwa.

Berdasarkan rekomendasi Badan Kesehatan Dunia   (WHO),  setiap individu membutuhkan 2,4 gram garam/hari.

‘Kami bermitra dengan Keuskupan Maumere. Tugas kami  produksi garam halus  memanfaatkan garam kasar  Nangahale yang  dikelola  Keuskupan Maumere,” kata Ivan Parera.

Perintis  Usaha  Garam  Kasar Keuskupan  Maumere,  Romo Moses Kuremas, menjelaskan jatuh bangun usaha sawah garam dikelolanya  sejak  2013.namun baru kali ini bisa menghasilkan garam yang layak konsumsi. 
Ia  menjelaskan, produksi  garam kasar  menggunakan sistim geomembran, sejenis plastik  hitam untuk melapisi tanah ketika  memompa air laut masuk ke petak-petak seluas  ½ Ha.

Baca juga: Badai Rob di Pulau Sukun Kabupaten Sikka, 416 Warga Mengungsi di Sekolah

Baca juga: Pengadaan Trafo di RSU Maumere Kabupaten Sikka Layak Operasi dan Difungsikan, Ini Penjelasan PPK

“Untungnya karena  air laut sangat bersih dan matahari yang sangat  panas. Air  laut diompa masuk kedalam petak  dipisahkan sampai  enam petak, semuanya  menghasilkan  garam dengan kadar  20 persen.  Inilah “emas putih” dari  Sikka. Kekayaaan kita air laut yang bersih dan panas matahari yang luar biasa,” puji Romo Moses. 

Romo Moses, mengatakan produksi  garam kasar dihasilkan sebanyak 2-3 ton/minggu. Dia senang  bila Pemda  Sikka dapat mengalokasikan  lahan 5  Ha  untuk  memperluas produksi 50 ton/bulan garam kasar.

Ketua  KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus  Jano,  mengatakan produk garam  yodium dirayakan dengan syukur  oleh 287.057 anggota yang tersebar  di  berbagai  tempat di Indonesia. Tantangan ke depan memperluas produksi  memenuhi kebutuan  masyarakat  Sikka dan  daerah sekitarnya.

Peluncuran produk garam yodium  dilakukan Wakil  Bupati Sikka yang juga tokoh  penggerak  Kopdit NTT, Romanus Woga dihadiri pengurus, manajemen dan mitra  Pintu  Air. Produk ini melengkapi  sukacita perayaan HUT ke-26  Kopdit Pintu Air dan Mingguan  Ekora  NTT. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM/Eugenius Mo'a)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved