Kamis, 28 Mei 2026

Bencana Alam NTT

56 KK di Kota Uneng Kabupaten Sikka Terkena Badai Rob, Polsek Alok Pimpin Warga Kerja Bakti

saluran dan sampah yang mengenang rumah warga ini guna mencegah bahay DBD. Pasalnya, genangan air di pemukiman warga

Tayang:
Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
Kerja bakti di lokasi bencana badai rob Kelurahan Kota Uneng, Maumere. 

56 KK di Kota Uneng Kabupaten Sikka Terkena Badai Rob, Polsek Alok Pimpin Warga Kerja Bakti

POS-KUPANG.COM| MAUMERE--Sebanyak 56 kepala keluarga (KK) di tiga RT masing-masing RT 04, 06 dan  10 yang terkena dampak badai rob akibat air laut mengenangi rumah mereka.

Pasca badai rob mengepung rumah warga, Polsek Alok dibawah pimpinan Wakapolsek Alok, Ipda I Made Sutama bersama anggota, Lurah Kota Uneng dan warga melakukan aksi kerja bakti di lokasi bencana, Minggu 4 April 2021 pagi.

Kerja bakti membersihkan saluran dan sampah yang mengenang rumah warga ini guna mencegah bahay DBD. Pasalnya, genangan air di pemukiman warga saat bencana sangat membahayakan kehidupan warga.

Wakapolsek Alok, Ipda I Made Sutama kepada POS-KUPANG.COM usai kerja bakti, Minggu 4 April 2021 siang menjelaskan, bencana badai rob di Kota Uneng terjadi pada Jumat 2 April 2021.

Baca juga: Badai Rob di Pulau Sukun Kabupaten Sikka, 416 Warga Mengungsi di Sekolah

Baca juga: Pengadaan Trafo di RSU Maumere Kabupaten Sikka Layak Operasi dan Difungsikan, Ini Penjelasan PPK

Bencana itu membuat pemukiman warga terendam air laut sehingga mengganggu aktivitas warga.

“Menyikapi bencana itu, kami bersama pihak kelurahan dan warga melakukan kerja bakti. Kami ingin pemukiman warga bisa aman dari bahaya DBD. Genangan air kami bersihkan agar bisa mengalir sehingga tidak ada jentik nyamuk. Semua warga dan Ketua RT kami libatkan. Apalagi Kota Uneng telah menjadi kampung tangguh yang dibentuk Polres Sikka,” kata Wakapolsek Alok.

Ia menjelaskan, dalam peristiwa banjir rob tidak adanya korban jiwa maupun kerugian material.

“Peristiwa banjir rob ini terjadi akibat arus laut yang begitu besar

sehingga masuk sampai ke dalam pemukiman warga. Kondisi ini terjadi setiap tahun ketika air laut pasang naik di musim hujan dan angin kencang,” paparnya.

Baca juga: Cegah Covid-19, Ibadat Jalan Salib di Patung Bunda Maria Nilo Kabupaten Sikka Ditiadakan

Baca juga: 82 Calon Penerima Bantuan Rumah Swadaya Diundang DPKK Kabupaten Sikka Ikut Sosialisasi

Ia pun menyebutkan, jumlah rumah yang terkena dampak dari musibah banjir rob ada 56 KK di Kota Uneng.

Ia pun mengungkapkan, kalau terjadinya musibah banjir rob karena tidak ada turap pengaman yang dibangun pemerintah agar mencegah naiknya air laut saat gelombang tinggi.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved