Breaking News:

Bencana Alam NTT

Jembatan Gantung Bima Sakti di Kabupaten TTU Roboh Diterjang Banjir

Akses jembatan yang menghubungkan Desa Bonlesu Kabupaten TTS dan Desa Noepesu, Kabupaten TTU, itu kini telah ambruk.

POS-KUPANG.COM/DIONISIUS KOTA
Kondisi Banjir di Kota Kefamenanu, Minggu 04 April 2021 

Jembatan Gantung Bima Sakti di Kabupaten TTU Roboh Diterjang Banjir

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Jembatan Gantung Bima sakti yang terletak di kali Noebesi, Desa Noepsu, Kecamatan  Miomaffo Barat roboh diterjang banjir, pada Sabtu, 3 April 2021.

Akses jembatan yang menghubungkan Desa Bonlesu Kabupaten TTS dan Desa Noepesu, Kabupaten TTU, itu kini telah ambruk.

Berdasarkan informasi yang diterima POS-KUPANG.COM dari Humas Polres TTU pada, Senin, 5 April 2021 menginformasikan, Jembatan Bima sakti dibangun secara swadaya oleh Anggota TNI pamtas RI - RDTL Batalion Infantri 321 yang bertugas pada tahun 2019 - 2020 untuk membantu masarakat melintasi kali Noebesi.

Selama ini jembatan penghubung tersebut belum dibangun oleh pemerintah.

Baca juga: Jamsostek NTT Gandeng Perisai Optimalkan Jaminan Sosial Pekerja Mandiri Desa di Kabupaten TTU

Jembatan Gabtung Bima Sakti, diperkirakan ambruk karna besarnya arus sungai Noebesi karna curah hujan yang tinggi. Hal ini menyebabkan konstruksi bangunan jembatan tak mampu menahan terjangan banjir.

Akse jembatan yang berukuran panjang lebih dari 50 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut selama ini digunakan masarakat kedua desa tersebut untuk melintasi dengan menggunakan jalan kaki.

Baca juga: Diperkirakan 5 Hektare Tanaman Padi di Areal Persawahan Oekui, Kabupaten TTU Gagal Panen

Baca juga: Hadirkan Persediaan Air Bersih, Paskalis Kefi Bangkitkan Asa Masyarakat Desa Banain Kabupaten TTU

Selain itu jembatan tersebut juga difungsikan sebagai tempat rekreasi karena memiliki wisata alam yang sangat indah.com

Hingga saat ini tidak ada korban jiwa yang dialami oleh masarakat kedua desa pasca rusaknya jembatan tersebut.

Namun akses masyarakat kedua desa tersebut putus karna Jembatan tersebut merupakan  akses satu-satunya yang menghubungkan masarakat Desa Noepesu dan Desa Bonlesu di musim Hujan.

Baca juga: Bronjong Kali Maslete Kabupaten TTU Ambruk, Warga Bantaran Kali Resah

Kerugian material yang disebabkan oleh bencana tersebut di perkirakan berjumlah Rp. 200, 000, 000,- ( dua ratus juta ). (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon)

Penulis: Dionisius Rebon
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved