Bronjong Kali Maslete Kabupaten TTU Ambruk, Warga Bantaran Kali Resah

pemukiman mereka terancam digerus banjir sebagaimana yang telah terjadi sebelum dibangunnya bronjong

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Dionisius Rebon  
Bronjong Penahan yang ambruk di Bantaran Kali Masalete, Jumat, 19/03/2021 

Bronjong Kali Maslete Kabupaten TTU Ambruk, Warga Bantaran Kali Resah

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Warga yang bermukim di bantaran kali Maslete, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resah lantaran bronjong penahan yang dikerjakan tahun 2019 itu ambruk sekitar 20 meter.

Ambruknya bronjong tersebut membuat warga di bantaran Kali Maslete resah. Pasalnya pemukiman mereka terancam digerus banjir sebagaimana yang telah terjadi sebelum dibangunnya bronjong penahan tersebut.

Menurut informasi yang disampaikan warga sekitar, bronjong tersebut, sempat ambruk pasca diterjang banjir pada tahun 2020 dan telah diperbaiki. 

 Pada tahun 2021, bronjong tersebut kemudian kembali ambruk sekitar 20 meter untuk kedua kalinya pasca diperbaiki oleh pihak kontraktor pada tahun sebelumnya. 

Seorang warga  RT/RW 044 /001 yang bermukimbantaran Kali Maslete, MB, ketika diwawancarai POS-KUPANG.COM, Jumat, 19/3/2021 menuturkan bronjong sepanjang 20 meter itu roboh setelah turun hujan terus-menerus selama satu minggu beberapa waktu lalu.

"Bronjong ini mereka  bangun tahun 2019. Tapi pernah rusak pada tahun lalu (2020) tapi diperbaiki. Sekarang sudah rusak lagi dan  lebih parah dari kerusakan yang pertama rusak," ujarnya.

Menurut MB, robohnya bronjong penahan di Kali Maslete membuat ia dan warga lainnya yang bermukim di bantaran Kali Maslete sangat resah

Pasalnya, sebelum bronjong tersebut dibangun, luapan banjir selalu menggenangi rumah warga yang ada di bantaran Kali Maslete. Bahkan, luapan air dapat mencapai pinggang orang dewasa.

"Bronjong itu dibangun tahun 2019. Sebelum ada bronjong penahan, rumah kami selalu kebanjiran. Airnya tinggi sampai di pinggang. Kadang kami tidak bisa tidur pada musim hujan karena takut terjadi banjir. Setelah ada bronjong, kondisi kami sudah lumayan baik. Tapi, bronjong ini kembali roboh dan kami sangat khawatir,"ungkap MB.

Kepala Bidang Pengairan PUPR, Pius  Wende Laka, dikonfirmasi membenarkan peristiwa robohnya bronjong di Kali Maslete. Bronjong tersebut ambruk karena terjangan banjir setelah hujan deras yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Pihaknya telah turun dan melakukan pemantauan di lapangan.

Menurutnya, bronjong penahan tersebut dibangun tahun 2019 dan merupakan paket pekerjaan dari bidang pengairan PUPR Kabupaten TTU.

 Ketika ditanyai terkait tindak lanjut yang akan diambil, Laka meminta media ini untuk langsung menghubungi PPK, Kanis Kosat. 

Baca juga: Baru Nikah, Kalina Pergoki Vicky Prasetyo Beri Barang Mahal Ini ke Celine, Settingan atau Benaran?

Sementara itu, Jimi Kontraktor pekerjaan tersebut, saat dikonfirmasi pada Sabtu, 20/03/2021 tidak memberikan jawaban dan membalas pesan yang dikirim oleh wartawan melalui nomor handphone 081339469***.

Informasi lain yang dihimpun POS-KUPANG.COM di lapangan menjelaskan, bronjong Kali Maslete dikerjakan oleh CV Tapak Saron pada tahun 2019. Bronjong tersebut dibangun dengan nilai kontrak sebesar Rp 800.000.000 dan setelah dilakukan addendum sebesar Rp 965.000.000. (CR5)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved