GP Ansor NTT Gelar PKL dan Susbalan 

melainkan mendidik kader-kader yang berani demi menjaga tegaknya NKRI dan menjaga para Ulama.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Anggota Banser sedang membersihkan sampah usai kegiatan, Sabtu (20/3).   

GP Ansor NTT Gelar PKL dan Susbalan 

POS-KUPANG.COM | KUPANG--Gerakan Pemuda (GP) Ansor NTT menggelar Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) yang berpusat di Asrama Haji Transit Kupang, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Jumat (19/3)  dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Nahdlatul Ulama (NU) NTT Jamal Ahmad. 

Dalam kesempatan tersebut Ketua NU NTT menegaskan bahwa paling urgen dalam kegiatan ini adalah bagaimana anggota Ansor-Banser disiapkan secara kualitas, ilmu, skill, serta  komitmen menjaga keutuhan NKRI, termasuk bagaimana menjaga Islam yang Ahlussunah Wal Jama'ah An-Nahdliyah.

Menurutnya, pelatihan ini sangat penting. Pelatihan ini tidak mendidik kader-kader pengecut, melainkan mendidik kader-kader yang berani demi menjaga tegaknya NKRI dan menjaga para Ulama.

"Saya berharap spirit cinta NKRI terpatri didalam sanubari setiap kader Ansor dan Banser. Jaga hubungan kemitraan dengan pemerintah dan sesama untuk membesarkan Organisasi ini," tandasnya.

Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, melalui Satkorwil GP Ansor Bali Nusra, Abdul Muis mengatakan bahwa pesan dari Ketua Umum GP Ansor bahwa kader Ansor-Banser harus selalu jaga Marwah Ansor-Banser Nahdlatul Ulama.

Dia menegaskan bahwa, Radikalisme harus dilawan, karena mengganggu sebuah peradaban, menghilangkan unsur kemanusiaan. Karena itu Radikalisme dalam bentuk apapun di Indonesia, Ansor-Banser harus berada di garda terdepan bersama-sama dengan TNI-POLRI untuk menjaga NKRI.

"Pelatihan seperti ini wajib diikuti oleh setiap kader. Ini sangat penting bagi organisasi. Karena kekuatan Ansor-Banser ada pada kaderisasi. Mari kita sama-sama menjaga Marwah Ansor-Banser dan tetap menjaga soliditas," tegasnya. 

Ketua Umum PW GP Ansor NTT, Ajhar Jowe, menjelaskan bahwa pelatihan kader lanjutan Ansor dan Banser.

Kegiatan ini berjalan selama tiga hari berpusat di Asrama Haji Transit Kupang. Peserta yang hadir ini sebanyak 100 orang tersebar dari 22 kabupaten/kota di NTT. Dari jumlah tersebut sebanyak 40 orang Anggota Banser, 40 orang Anggota Ansor dan 20 peserta dari Pengurus Wilayah GP Ansor NTT.

Dalam pelatihan ini harus melewati tradisi-tradisi kaderisasi Ansor maupun Banser. Seperti Caraka adalah tradisi untuk bagaimana anggota Banser lebih mengenal dan mencintai  lingkungan  dan alam.

"Wujud nyata kecintaan terhadap lingkungan yakni nggota Banser melewati sungai sambil memilih sampah-sampah. Gerakan ini sebagai motivasi kepada sesama untuk lebih cintai terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarang tempat sekaligus mendukung Pemerintah Provinsi NTT untuk menciptakan lingkungan yang bersih," ungkapnya.

Satkornas Banser, Tomi menjelaskan bahwa Susbalan itu artinya Kursus Banser Lanjutan guna  membentuk kader-kader yang bisa punya tanngguh dan berkarakter kebangsaan cinta tanah air. Menjalankan Ahlussunah Wal Jama'ah.

Baca juga: Dapat Dua Gelar Dalam Ajang Nasional, Syah Bangga Menjadi Putera Pariwisata Nusantara

Baca juga: Seorang Nelayan Ditemukan Meninggal di Belakang SPBU Kelurahan Nun Baun Sabu

Baca juga: Valentiara Rambu Mbuana Tidak Menyangka Jadi Runner Up Puteri Pariwisata Nusantara 

Sementara hadir pada kesempatan itu juga, Wakil Ketua DPRD NTT Aloysius Malo Ladi, mengaku sangat mendukung kegiatan pelatihan kader Ansor-Banser. Eksistensi Ansor-Banser harus terus membangun sinergitas untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved