Breaking News:

Seorang Nelayan Ditemukan Meninggal di Belakang SPBU Kelurahan Nun Baun Sabu

Korban ditemukan diantara tembok penahan gelombang dalam posisi tertelungkup dan wajah membentur lantai penahan gelombang

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Jenazah saat diamankan oleh pihak kepolisian dan tim Covid-19 Kota Kupang, Sabtu (20/3). 

Seorang Nelayan Ditemukan Meninggal di Belakang SPBU Kel NBS

POS-KUPANG.COM | KUPANG--Marthinus Dima (61), seorang nelayan yang juga warga Kelurahan Nunbaun Delha, Kecamatan Alak, Kota Kupang ditemukan tewas di pantai belakang SPBU Kelurahan Nunbaun Sabu, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Sabtu (20/3) pagi.

Korban ditemukan diantara tembok penahan gelombang dalam posisi tertelungkup dan wajah membentur lantai penahan gelombang di sekitar lokasi kejadian. ada bekas luka pada wajah korban diduga karena benturan.

Diperoleh informasi kalau korban awalnya ke pantai Kelurahan Nunbaun Sabu di belakang SPBU Nunbaun Sabu sekira pukul 05.30 wita.

Korban hendak mengeluarkan air dari dalam perahunya yang ditambatkan di pantai Nunbaun Sabu. 

Sejak semalam turun hujan disertai angin dan gelombang sehingga nelayan tidak bisa melaut dan air laut rata-rata masuk ke dalam perahu nelayan yang ditambatkan di pinggir pantai.

Diduga saat pulang melihat keadaan perahunya, korban naik ke tangga penahan gelombang dan terjatuh serta kepala membentur tembok dan korban meninggal dunia.

Korban baru ditemukan sekitar pukul 07.30 wita oleh beberapa warga yang juga hendak ke pantai dan melihat kondisi perahu mereka.

Penemuan jasad korban kemudian dilaporkan ke aparat kepolisian Polsek Alak dan Polres Kupang Kota.

Kapolsek Alak, Kompol Tatang Panjaitan dan anggota ke lokasi kejadian melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara. 

Anggota unit Identifikasi Satuan Reskrim Polres Kupang Kota pun ke lokasi kejadian melakukan identifikasi.

Proses evakuasi dan identifikasi jenazah belum bisa dilakukan pihak kepolisian karena menunggu tim gugus tugas penanganan covid-19.

Hal ini mengundang protes keluarga korban. M Dima (59), istri korban bahkan meminta izin pihak kepolisian untuk melihat kondisi suaminya dan meminta keluarga mengevakuasi jenazah korban namun tidak diijinkan.

Sejumlah anggota keluarga juga melakukan protes karena lamanya penanganan jenazah korban. Selama hampir tiga jam jenazah korban hanya ditutupi selembar kain karena menunggu tim gugus tugas Kota Kupang.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved