Laut China Selatan
Aksi Prancis di Laut China Selatan di Luar Dugaan, China Panik Amerika Beri Sindiran Pedas Begini
Aksi Prancis di Laut China Selatan di Luar Dugaan, China Panik Amerika Beri Sindiran Pedas Begini
POS-KUPANG.COM - Aksi Prancis di Laut China Selatan di Luar Dugaan, China Panik Amerika Beri Sindiran Pedas Begini
Prancis menunjukan keseriusannya menantang China atas klaim Laut China Selatan
Bagaimana tidak, setelah mengepung perairan termahal di dunia itu, kini Prancis mengirim kapalnya.
Baca juga: Mantan Kapolri Idham Aziz Disebut-sebut Bakal Gantikan Moeldoko Jadi KSP, Benarkah? Cek Fakta
Baca juga: Jaksa Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Jasa Konsultasi BIG Sabu Raijua
Baca juga: Usai Terima Vaksin Kedua, Pejabat Pemprov NTT Mengaku Hanya Ngantuk
Baca juga: Menyamar Jadi Gondrong Demi Mengecoh Fretlin di Timor Leste, Inilah Sosok TNI Itu, Siapa Dia?
Baca juga: Mitsubishi Xpander Dapat Insentif PPnBM, Update Harga Mobil Bekas Mitsubishi Xpander Saat Ini
Menariknya, Prancis mengirim kapal perangnya ke Vietnam.
Ya, jika Amerika Serikat (AS) membantu Taiwan, maka Prancis memilih Vietnam sebagai sekutu.
Dilansir dari express.co.uk pada Sabtu (13/3/2021), sebuah kapal fregat Prancis berlabuh di Pelabuhan Cam Ranh di Vietnam pada hari Selasa untuk perbaikan helikopter.
Namun duta besar Prancis untuk Vietnam mengatakan kunjungan fregat itu tak hanya itu.
Tapi juga untuk menantang klaim kedaulatan China atas Laut China Selatan.
Marc Razafindranaly, atase pertahanan Prancis di Vietnam, mengatakan fregat Prairial telah meninggalkan Tahiti di Polinesia Prancis pada 1 Januari 2021.
Dan mencapai Pelabuhan Cam Ranh di Provinsi Khanh Hoa tengah selatan pada Selasa.
Prairial adalah fregat kelas Floreal, dengan jarak tempuh 93,5 meter dan memiliki kecepatan maksimum 37 kilometer per jam.
Kedutaan Besar Prancis di Hanoi menambahkan fregat yang berlabuh di Vietnam sebagai bagian dari kerangka kerja sama militer.
"Kunjungan fregat kali ini dimaksudkan untuk menyampaikan pesan dalam mendukung kebebasan navigasi di udara dan di laut, yang dimiliki bersama oleh Vietnam dan Prancis," ungkap Duta Besar Nicolas Warnery.
Aksi Prancis ini di luar dugaan.
Baca juga: Mantan Kapolri Idham Aziz Disebut-sebut Bakal Gantikan Moeldoko Jadi KSP, Benarkah? Cek Fakta
Baca juga: Jaksa Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Jasa Konsultasi BIG Sabu Raijua
Baca juga: Usai Terima Vaksin Kedua, Pejabat Pemprov NTT Mengaku Hanya Ngantuk
Baca juga: China Marah Besar Karena Pabriknya di Bakar, Ini Tuntutan Terhadap Myanmar
Baca juga: Mitsubishi Xpander Dapat Insentif PPnBM, Update Harga Mobil Bekas Mitsubishi Xpander Saat Ini
Bahkan Mark J. Valencia, analis kebijakan maritim, komentator politik dan konsultan yang berfokus pada Asia, menyebutkan sikap Prancis sangat jelas terkait wilayah yang disengketakan itu.