China Marah Besar Karena Pabriknya di Bakar, Ini Tuntutan Terhadap Myanmar
China terus memantau perkembangan di Myanmar dan sangat prihatin tentang keselamatan warga China di negara ini
China terus memantau perkembangan di Myanmar dan sangat prihatin tentang keselamatan warga China di negara ini. Reaksi China karena perusahaannya di Myanmar dibakar , Ini Tuntutan Terhadap Myanmar
POS-KUPANG.COM - Ketidakstabilan politik dan keamanan yang terjadi di Myanmar telah berdampak sangat luas
China menyatakan kemarahannya setelah banyak pabriknya dibakar oleh penduduk Myanmar.
Pembakaran itu terjadi di tengah meningkatnya ketidastabilan politik.
Beberapa pemilik perusahaan China di Myanmar mengatakan mereka harus melengkapi diri mereka dengan senjata.
Mereka melakukan tindakan itu untuk mempertahankan diri karena masalah keamanan.
Melansir 24h.com.vn, pada Selasa (16/3/21), China yang marah besar menuntut negara yang memiliki kekuatan terbesar di Asia Tenggara.
Untuk turun tangan mengendalikan militer Myanmar yang telah melakukan kudeta.
karena kudeta itu militer, rakyat Myanmar marah sehingga imbasnya, banyak rakyat yang membakar perusahaan China di Myanmar.
"Myanmar harus memiliki langkah yang lebih efektif untuk mencegah semua tindakan kekerasan, hukum, bagi para pelaku yang menyebabkan pembakaran," kata Trieu Lap Kien, juru bicara Kementerian Luar Negeri China.
Menurut Global Times, total 32 pabrik investasi China di Yangon, kota terbesar di Myanmar, dibakar.
Dua pekerja Tiongkok juga terluka setelah insiden itu. Kerusakan properti mencapai 37,8 juta dollar AS.
Pembakaran pabrik-pabrik China terjadi ketika banyak pengunjuk rasa yang memprotes kudeta di Myanmar menuduh Beijing mendukung tentara Myanmar.
Kedutaan Besar China di Myanmar mengatakan bahwa Beijing tidak mengetahui sebelumnya tentang kudeta hari ini.
CGTN menyebutkan, sekitar 20-30 orang dengan masker wajah masuk ke pabrik China. Sekelompok orang membawa tongkat besi, kapak dan bensin untuk dibakar dan dijarah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pembakaran-perusahaan-china-di-myanmar.jpg)