Senin, 20 April 2026

China Marah Besar Karena Pabriknya di Bakar, Ini Tuntutan Terhadap Myanmar

China terus memantau perkembangan di Myanmar dan sangat prihatin tentang keselamatan warga China di negara ini

Editor: Hermina Pello
Tangkapan layar/24h via Intisari.grid.id
Pembakaran perusahaan China di Myanmar. China Marah Besar Karena Pabriknya di Bakar, Ini Tuntutan Terhadap Myanmar 

China terus memantau perkembangan di Myanmar dan sangat prihatin tentang keselamatan warga China di negara ini. Reaksi China karena perusahaannya di Myanmar dibakar , Ini Tuntutan Terhadap Myanmar

POS-KUPANG.COM - Ketidakstabilan politik dan keamanan yang terjadi di Myanmar telah berdampak sangat luas

China menyatakan kemarahannya setelah banyak pabriknya dibakar oleh penduduk Myanmar.

Pembakaran itu terjadi di tengah meningkatnya ketidastabilan politik.

Beberapa pemilik perusahaan China di Myanmar mengatakan mereka harus melengkapi diri mereka dengan senjata.

Mereka melakukan tindakan itu untuk mempertahankan diri karena masalah keamanan.

Melansir 24h.com.vn, pada Selasa (16/3/21), China yang marah besar menuntut negara yang memiliki kekuatan terbesar di Asia Tenggara.

Untuk turun tangan mengendalikan militer Myanmar yang telah melakukan kudeta.

karena kudeta itu militer, rakyat Myanmar marah sehingga imbasnya, banyak rakyat yang membakar perusahaan China di Myanmar.

"Myanmar harus memiliki langkah yang lebih efektif untuk mencegah semua tindakan kekerasan, hukum, bagi para pelaku yang menyebabkan pembakaran," kata Trieu Lap Kien, juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

Menurut Global Times, total 32 pabrik investasi China di Yangon, kota terbesar di Myanmar, dibakar.

Dua pekerja Tiongkok juga terluka setelah insiden itu. Kerusakan properti mencapai 37,8 juta dollar AS.

Pembakaran pabrik-pabrik China terjadi ketika banyak pengunjuk rasa yang memprotes kudeta di Myanmar menuduh Beijing mendukung tentara Myanmar.

Kedutaan Besar China di Myanmar mengatakan bahwa Beijing tidak mengetahui sebelumnya tentang kudeta hari ini.

CGTN menyebutkan, sekitar 20-30 orang dengan masker wajah masuk ke pabrik China. Sekelompok orang membawa tongkat besi, kapak dan bensin untuk dibakar dan dijarah.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved