Breaking News:

Status Jalan Lewoleba-Lamalera di Lembata Didorong Kadi Jalan Provinsi

DPRD NTT kini berupaya mendorong status jalan dari Lewoleba-Lamalera di Kabupaten Lembata menjadi jalan provinsi

ISTIMEWA
Yohanes De Rosari, Anggota Komisi IV DPRD NTT Dapil Lembata, Alor dan Flotim 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pihak DPRD NTT kini berupaya mendorong status jalan dari Lewoleba-Lamalera di Kabupaten Lembata menjadi jalan provinsi.

Ruas jalan ini merupakan jalur menuju ke salah satu tempat wisata populer di kabupaten Lembata dan NTT, yaitu desa Lamalera yang dikenal dengan ikan pausnya.

Kondisi jalan memperihatinkan ketika melintas, terutama pada musim hujan, yang selalu di penuhi genangan dan berbecek dan sering dikatakan sebagai jalur neraka bagi para pengguna jalan.

Cegah Penyebaran Covid-19, Pemerintah RDTL Tambah Pasukan di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Yohanes De Rosari, anggoata DPRD NTT, Mengatakan, saat ini sedang dilakukan upaya agar mendorong pemerintah provinsi NTT untuk mengakomodir status jalan tersebut ke jalan provinsi.

Menurut De Rosari, desa Lamalera merupakan desa wisata sekaligus icon kabupaten Lembata yang infrastruktur jalannya harus dibangun dengan baik oleh pemerintah.

"Setiap lima tahun itu ada pembaharuan status jalan. Jadi kita dorong pemerintah agar status jalan itu dinaikan menjadi jalan Provinsi," ujarnya kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).

Kapolres Kupang Datangi Siswi Berprestasi yang Tinggal Sebatang Kara

Anggota Komisi IV DPRD NTT yang membidangi infrastruktur ini mengatakan, SK penetapan status jalan provinsi akan diputuskan pada tahun 2022, sehingga pasca di putuskan, ruas jalan tersebut akan segera di bangun dengan menggunakan anggaran dari Pemprov.

Selain itu, ia juga menyebutkan, di beberapa rusa jalan di kabupaten Lembata pada tahun ini akan di lakukan peningkatan.

"Jadi selain di Kedang, di selatan juga ada yaitu jalan dari Mingar ke Lamalera" sambung De Rosari.

Informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, disebutkan kondisi jalan ke Lamalera ini sering menjadi perbincangan oleh kalangan masyarakat baik melalui sosial media hingga diskursus dalam masyarakat. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved