Ini Yang Disampaikan Rm Marthin Chen Untuk Bupati dan Wakil Bupati Yang Akan Dilantik

Ini yang disampaikan Rm Marthin Chen untuk bupati dan wakil bupati yang akan dilantik

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Direktur Puspas Keuskupan Ruteng, Rm Marthin Chen 

Ini yang disampaikan Rm Marthin Chen untuk bupati dan wakil bupati yang akan dilantik

POS-KUPANG.COM | RUTENG - Lima kepala daerah atau bupati dan wakil bupati di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) yang akan dilantik Jumat (26/2/2021) besok hari, tentunya sangat besar harapan dari masyarakat akan hadirnya pemimpin baru tersebut.

Drektur Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Ruteng, Rm Marthin Chen Pr, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (25/2/2021) sore mengatakan, tantangan klasik NTT bagi Bupati dan Wakil Bupati yang akan dilantik untuk lima tahun ke depan adalah kemiskinan. Banyak masyarakat yang masih hidup dibawah garis kemiskinan hal ini dibuktikan dengan NTT masuk dalam jpuara 3 secara nasional tentang kemiskinan.

28 Februari Pasar Mingguan di TTS Kembali Dibuka

Menurut Romo Marthin, kondisi geografis dan topografis yang sulit, banyak pulau, daerah terpencil, lembah, gunung dengan curah hujan terbatas dan tak menentu mengakibatkan daerah ini kekurangan air dan sering ditimpa bencana. Ini yang memperparah kemiskinan.

Selain itu, kekentalan ikatan adat dan suku. Hal ini tampak dalam pesta adat serta ikatan primordial dalam proses politik. Hal ini merusak ekonomi dan kohesi sosial.

Satgas Yonarmed 3/105 Tarik Bangun MCK buat Warga Perbatasan RI-RDTL

Tingkat pendidikan yang rendah dan kurang bermutunya lembaga pendidikan berdampak pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang lemah. Birokrasi yang kurang berkompeten dan berintegritas. Terlalu banyak PNS dsn tenaga kontrak dengan kerja kurang jelas dimana disiplin dan etos kerja lemah.

Pengaruh Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) terutama bidang komunikasi di media sosial yang tak disertai pemanfaatan yang kritis. Hal ini menggoyah nilai budaya, moral dan agama serta institusi keluarga. Gaya hidup hedonis, materialistis yang menerpa khususnya keluarga muda, orang muda, dan remaja sebagai akibat gurita kapitalis.

Ketika ditanya apa yang perlu diprioritaskan 100 hari pertama oleh Bupati dan Wakil Bupati yang dilantik, kata Rm Marthin, 100 hari waktu yang singkat tapi pemicu dan pemberi orientasi.

Menurutnya, program yang pertama adalah pembaruan/reformasi birokrasi, mulai dari yang bisa dibuat seperti disiplin masuk kerja, adanya jurnal kegiatan kerja, komitmen ekologis melalui kebersihan kantor dan lingkungan.

Selain itu, satu dua program kunci dalam visi misi kampanye mulai dijalankan pada 100 hari pertama. Dialog, komunikasi dan sinergi dengan Forkompinda serta elemen kunci masyarakat termasuk gereja untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

Solusi segera atas isu sosial masyarakat misalnya kekurangan air, kerusakan jalan. Khususnya segera bekerja sama dengan Pemerintah Pusat (Pempus) dalam proyek vaksinisasi maupun pencegahan Covid-19, sebab ini sentral untuk kehidupan dan geliat ekonomi, sosial dan budaya.

Menurut Rm Marthin, kendala-kendala yang bakal dihadapi Bupati dan Wakil Bupati yang dilantik adalah pertama adalah wabah Covid-19 yang melumpuhkan ekonomi dan interaksi sosial. Kemampuan birokrasi yang terbatas untuk menggerakan pembangunan baik skill maupun mental.

Selain itu, kendala Keterbatasan dana untuk membangun. Primordialisme yang kuat juga yang dipicu oleh proses Pilkada.

Bencana alam seperi longsor, banjir yang menerpa wilayah NTT. Sarana dan transportasi yang jelek seperti jalan yang menghambat pembangunan.

Dikatakan Rm Marthin, yang perlu dilakukan untuk mengatasi kendala itu, yakni pertama, pembangunan yang integral yang meliputi segala aspek baik jasmani, mental, spiritual, personal, sosial dan ekologis.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved