Timor Leste

Ternyata Australia Mendukung Timor Leste Diinvasi Indonesia, Rakyat Timor Leste Banyak Menderita

Tanggal 7 Desember 1975 merupakan hari yang bersejarah bagi Negara Timor Leste. Pasalnya pada tahun 1975, setelah hengkangnya Portugis,negara ini pern

Editor: John Taena
istimewa
Ilustrasi--Ternyata Australia Mendukung Timor Leste Diinvasi Indonesia, Rakyat Timor Leste Banyak Menderita 

Catatan pertemuan Australia mengutip Whitlam, berbunyi: "Timor Portugis terlalu kecil untuk merdeka. Secara ekonomi tidak layak. Kemerdekaan tidak diinginkan di Indonesia, Australia, dan negara-negara lain di kawasan… "

Whitlam, dalam catatan laporan itu, menawarkan dua pemikiran dasar: Pertama, dia percaya bahwa Timor Portugis harus menjadi bagian dari Indonesia. Kedua, hal ini harus terjadi sesuai dengan keinginan rakyat Timor Portugis yang diungkapkan dengan baik. Perdana Menteri menekankan bahwa ini belum menjadi kebijakan Pemerintah tetapi kemungkinan besar akan menjadi seperti itu.'

Babilo Five.Kisah Pembantaian 5 Jurnalis Australia di Timor Leste Saat Indonesia Invasi Timor-Timur

Kemudian Soeharto menjawab bahwa Timor Timur bisa menjadi 'duri di mata Australia dan duri di punggung Indonesia'.

Kepala Urusan Luar Negeri, Alan Renouf, menulis bahwa Whitlam mengubah posisi Australia dengan mengadopsi kebijakan dua cabang ketika dua poin tidak dapat didamaikan:

"Whitlam jelas tidak ingin ada lagi negara mini yang dekat dengan Australia di Asia Tenggara atau Pasifik Selatan. Karena itu, dia tidak menginginkan Timor Timur merdeka; merger dengan Indonesia adalah satu-satunya jawaban," dikutip The Strategis.

Sebulan kemudian, mayor jenderal yang bertanggung jawab atas operasi khusus Indonesia menyatakan bahwa sampai kunjungan Whitlam ke Jakarta, 'mereka masih ragu-ragu tentang Timor. Namun dukungan Perdana Menteri untuk gagasan penggabungan ke Indonesia telah membantu mereka memantapkan pemikiran mereka dan mereka sekarang sangat yakin dengan kebijaksanaan ini.'

Tragedi Santa Cruz, Sejarah Kelam Timor Leste Selama Pendudukan Indonesia. Genosida Timor Timur

Indonesia menginvasi Timor Leste dengan operasi militer yang dikenal sebagai 'Operasi Seroja' dimulai pada 7 Desember 1975.

Pada Juli 1976, parlemen Indonesia mendeklarasikan Timor Leste sebagai provinsi ke-27 di negara itu.

Diperkirakan sebanyak 200.000 orang tewas dalam pertempuran, pembantaian, dan kelaparan paksa selama kurang lebih seperempat abad pendudukan Indonesia.

Fretilin dan sayap bersenjatanya, Falintil, dipukul mundur ke pedalaman pulau bersama puluhan ribu penduduk sipil.

Pante Ini Menjadi Saksi Sejarah Lahirnya Timor Leste, Daerah Kecil,Terjepit Indonesia, Ini Kisahnya

Mengutip The Guardian, banyak negara termasuk Australia, yang saat itu mengabaikan Timor Leste dan bersiap untuk menenangkan Indonesia karena ukuran dan kekuatannya di kawasan.

Dan pada tahun 1978 Perdana Menteri Australia, Malcolm Fraser, adalah orang pertama yang mengakui aneksasi de facto Jakarta.

Sementara PBB mengutuknya dan menyerukan tindakan penentuan nasib sendiri.

Dua dekade setelah invasi Indonesia dan berbagai peristiwa yang terjadi, Timor Leste barulah lepas dari Indonesia dengan diselenggarakannya referendum pada 30 Agustus 1999.

Terowongan Venilale Timor Leste, Warisan Berdarah Jepang Digunakan Fretilin saat Hadapi Pasukan RI

(*)

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved