Timor Leste
Ternyata Australia Mendukung Timor Leste Diinvasi Indonesia, Rakyat Timor Leste Banyak Menderita
Tanggal 7 Desember 1975 merupakan hari yang bersejarah bagi Negara Timor Leste. Pasalnya pada tahun 1975, setelah hengkangnya Portugis,negara ini pern
POS-KUPANG.COM -- Tanggal 7 Desember 1975 merupakan hari yang bersejarah bagi Negara Timor Leste.
Pasalnya pada tahun 1975, setelah hengkangnya Portugis, negara ini diinvasi oleh Indonesia dan kemudian dijadikan sebagai Provinsi ke-27 dengan Nama Timor-Timur.
Pasukan Indonesia mendapat perlawanan dari kelompok pro-kemerdekaan Timor Leste, pertumpahan darah pun terjadi di Bumi Lorosae.
Banyak dikatakan, selama pendudukan oleh Indonesia, penderitaan dirasakan rakyat Timor Leste.
Kemudian konflik, penyakit hingga kelaparan menjadi alasan rakyat Bumi Lorosae ingin melepaskan diri dari Indonesia.
• Dibalik Invasi Indonesia ke Timor Leste, Ada Skenario Bank Dunia & IMF Untuk Indonesia Bangkrut?
Namun, ironisnya bagi Timor Leste, di balik keputusan Indonesia menginvasi bekas jajahan Portugis itu, ternyata ada dukungan Australia, tetangga sekaligus sebuah negara yang memiliki keterikatan sejarah dengan Timor Leste.
Australia punya 'hutang terima kasih' kepada rakyat Timor Leste, atas bantuan memasok kebutuhan kepada pasukan mereka selama masa Perang Dunia II.
Melansir The Conversation, jasa rakyat Timor Leste selama pertempuran pasukan Australia melawan pasukan Jepang antara 1942-1943, membuat 'hutang terima kasih' kepada orang Timor dikenang begitu kuat di Angkatan Darat Australia.
Bahkan, seorang tentara Australia, Bill Beattie, mengungkapkan rasa malu yang mendalam atas pengabaian Australia atas orang-orang Timor Timur setelah invasi Indonesia dan penarikan efektif Portugal pada tahun 1975.
• Peristiwa Santa Cruz, Kisahnya Menyeramkan! Ratusan Rakyat Timor Leste Tewas Dalam Genosida 1991
Dalam pertempuran dengan pasukan Jepang, akhirnya pasukan sekutu dipukul mundur, namun evakuasi berhasil dilakukan mulai akhir Desember 1942.
Bukan hanya mengabaikan Timor Leste setelah terjadi invasi Indonesia, terungkap melalui Buku Kebijakan Canberra -dari invasi hingga kemerdekaan- yang dirilis oleh National Archives of Australia bagaimana Australia mendukung invasi Timor Leste.
Melansir The Strategist (28/1/2020), sebuah buku kabel, laporan dan kiriman 900 halaman, menunjukkan perdana menteri yang kuat, Gough Whitlam, memaksakan kehendaknya sementara Departemen Luar Negeri menderita dan resah.
Duta Besar Australia untuk Jakarta, Richard Woolcott, menulis bahwa Canberra harus memutuskan antara 'idealisme Wilsonian dan realisme Kissingerian'.
• Australia Pernah Niat Serang Jakarta saat Gejolak Timor-Timur, Nyali Ciut Karena Kapal Selam TNI AL
Sementara Duta Besar Australia di Portugal, Frank Cooper, mempertanyakan kerugian akibat mengorbankan Timor Lorosa'e ke Indonesia untuk Australia.
Kemudian diungkapkan , bahwa dalam pertemuan dengan Soeharto pada bulan September 1974, Whitlam menyatakan bahwa Timor Timur harus berintegrasi dengan Indonesia.